RSS
Aside
20 Mar

ABSTRAKSI

Carolus Spinola A. E. P.(32409884), Chuwairul Muchazis(35409636), Didi Priatna(35409740), Eflizarty Azahra R.(32409234), Iman Nurrohim(32409807).

PENGUKURAN DIMENSI TUBUH MANUSIA (ANTROPOMETRI).

Laporan Akhir, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma, 2011.

Kata Kunci : Pengukuran, Dimensi Tubuh, Lemari Belajar.

Dalam setiap pembuatan produk yang berhubungan dengan manusia harus mengutamakan faktor kenyamanan dalam penggunaan produk tersebut. Kenyamanan manusia dalam menggunakan produk yang akan digunakan ditentukan oleh ukuran-ukuran dimensi tubuh manusia yang menggunakan produk tersebut. Salah satu aplikasi dari pengukuran tubuh manusia terhadap perancangan sebuah produk adalah perancangan sebuah lemari belajar. Produk  ini harus diancang dengan baik agar dapat digunakan dengan nyaman. Data Antropometri yang digunakan adalah data Antropometri dari praktikan kelas 3ID03 sebanyak 22 orang. Data Antropometri untuk data statis sebanyak 44 dan data dinamis sebanyak 3.

Pembuatan lemari belajar memerlukan beberapa dimensi dalam antropometri. Dimensi yang dibutuhkan yaitu siku ke siku, tinggi badan tegak, tinggi pinggang berdiri, panjang lengan bawah, jangkauan tangan ke depan, lebar jari 2,3,4, dan 5, panjang kaki, dan sudut telapak kaki. Perancangan lemari belajar ini memakai nilai dengan data persentil 50%. Pemilihan nilai tersebut berdasarkan ukuran rata-rata mahasiswa kelas 3ID03 yang berjumlah 22 orang. Dimensi tinggi bahu berdiri untuk merancang tinggi dari lemari belajar yaitu 168. Dimensi tinggi pinggang berdiri digunakan untuk merancang ketinggian papan meja yang terdapat pada lemari belajar yaitu 98. Dimensi panjang lengan bawah dan jangkauan tangan ke depan digunakan untuk merancang lebar papan meja pada lemari belajar yaitu 16 cm. Dimensi lebar jari 2,3,4, dan 5 digunakan untuk merancang gagang pintu pada lemari belajar yaitu 8 cm . Dimensi panjang kaki dan sudut telapak kaki digunakan untuk merancang ukuran dari papan pijakan pada lemari belajar yaitu 25 cm dan 89 derajat.

Daftar Pustaka (1979 – 1996)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang

Seiring dengan berkembangnya zaman, manusia kini semakin kreatif dalam menciptakan sebuah produk yang mampu bersaing dipasaran. Produk yang mampu bersaing dipasaran tentunya tidak hanya dari segi penampilan yang menarik, tetapi sebuah produk haruslah memenuhi rasa nyaman saat digunakan. Rasa nyaman yang didapat dari sebuah produk terkadang hanya dapat dinilai oleh sebagian orang, sehingga dibutuhkan rancangan sebuah produk yang dapat disesuaikan dengan dimensi tubuh manusia pada umumnya. Antropometri merupakan salah satu ilmu yang mempelajari mengenai karakteristik tubuh manusia. Untuk itulah, pada praktikum kali ini kita mengamati seluruh pengukuran dan posisi-posisi manusia secara jelas, dari mulai duduk hingga berdiri. Mempelajari ilmu antropometri sangatlah penting, karena kita bisa mengetahui posisi tubuh dengan posisi dari suatu produk secara ideal yang nyaman untuk digunakan.

Seorang perancang harus memiliki karakterisitik yang baik, karakteristik yang harus dimiliki perancang yaitu mempunyai kemampuan dalam mengidentifikasi masalah, memiliki imajinasi untuk meramalkan masalah, berdaya cipta, dapat menyederhanakan persoalan, memiliki keahlian sesuai dengan rancangannya, dapat mengambil keputusan yang terbaik dan terbuka terhadap saran dan kritik. Kami mengajukan produk ’lemari belajar’ untuk mengamati dimensi-dimensi apa saja yang digunakan dalam merancang produk tersebut. Kami memilih lemari belajar untuk dirancang karena perancangannya menggunakan ukuran dimensi dari data pengukuran dan data dimensi tubuh yang digunakan sedikit.

1.2              Perumusan Masalah

Permasalahan pembuatan laporan akhir modul antropometri adalah dimensi apa saja yang digunakan untuk pembuatan lemari belajar.

1.3              Pembatasan Masalah

Laporan akhir modul antropometri memiliki beberapa pembatasan masalah. Pembatasan masalah tersebut hanya membahas tentang:

  1. Pengambilan data dengan mengukur beberapa dimensi tubuh manusia dilakukan di Laboratorium Teknik Industri pada hari senin tanggal 3 Oktober 2011 pukul 10.00 WIB.
  2. Proses pengukuran dimensi tubuh manusia pada setiap anggota kelompok di kelas 3ID03 sebanyak 22 orang.
  3. Proses pembuatan lemari belajar menggunakan dimensi-dimensi tubuh manusia.
  4. Data pengukuran 44 antropometri statis dan 3 antropometri dinamis.
  5. Perancang hanya menggunakan data mahasiswa kelas 3ID03.

1.4              Tujuan Penulisan

Penulisan laporan akhir modul antropometri didasarkan atas beberapa tujuan. Berikut ini adalah tujuan penulisan modul antropometri:

  1. Mengetahui dimensi apa saja yang digunakan dalam pembuatan lemari belajar.
  2. Mengetahui nilai mean, standar deviasi, persentil 5%, 50%, dan 95% untuk perancangan lemari belajar.
    1. Mengetahui ukuran-ukuran lemari belajar.
    2. Mengetahui kelebihan dan kekurangan lemari belajar.
    3. Membandingkan antara lemari belajar yang ada dengan yang inovasi

1.5              Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan laporan akhir modul antropometri terdiri dari lima bab. Berikut ini adalah sistematika penulisannya:

BAB I        PENDAHULUAN

Bab I menjelaskan tentang hal apa saja yang mendahului penulisan laporan akhir. Pendahuluan terdiri dari latar belakang, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan penulisan, dan sistematika penulisan dari laporan akhir modul antropometri

BAB II       LANDASAN TEORI

Bab landasan teori berisi mengenai tinjauan pustaka penulisan Laporan Akhir Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi 2 tentang antropometri, penulisan dalam tinjauan pustaka yaitu sebagai informasi yang mempermudah pemahaman dan pengertian yang membahas antropometri (pengukuran dimensi tubuh manusia). Teori yang digunakan bersumber dari berbagai literatur yang dapat dipercaya kebenarannya berdasarkan penelitian para ahli.

BAB III    METODE PENGAMBILAN DATA

Metode pengambilan data yang menerangkan dalam menerapkan skema pengambilan data dan penjelasan dimensi apa saja yang dipakai. Metode pengambilan data ini juga menjelaskan tentang alat dan bahan yang digunakan.

BAB IV    PEMBAHASAN DAN ANALISIS

Penjelasan tentang pengambilan data dalam cara perhitungan manual dengan menggambarkan produk yang dirancang setelah mengukur dimensi yang akan digunakan pada produk tersebut. Produk yang dirancang kemudian dideskripsikan dan di analisis dari hasil yang telah didapat dari perhitungan manual dan software.

BAB V       KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dan saran dari Laporan Akhir modul anthropometri dan data yang didapat dalam proses pengukuran dimensi tubuh manusia untuk perancangan pembuatan produk lemari belajar. Saran dan kritik yang membangun sebagai bahan evaluasi dari praktikum yang dilaksanakan supaya memperoleh hasil yang lebih baik lagi pada praktikum Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi 2 selanjutnya.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1       Filosofi Antropometri

Ada 3 filosofi dasar untuk suatu desain yang digunakan oleh ahli-ahli ergonomic sebagai data antropometri yang diaplikasikan (Sutalaksana, 1979 dan Sritomo, 1992), yaitu:

  1. Perancangan produk bagi individu dengan ukuran yang ekstrim. Contoh penetapan ukuran minimal dari lebar dan tinggi dari pintu darurat.
  2. Perancangan produk yang bisa dioperasikan di antara rentang ukuran tertentu. Contoh: perancangan kursi mobil yang letaknya bisa digeser maju atau mundur, dan sudut sandaran yang bisa dirubah-rubah.
  3. Perancangan produk dengan ukuran rata-rata. Contoh: desain fasilitas umum seperti toilet umum, kursi tunggu, dan lain-lain.

2.2       Pengertian Antropometri

Menurut Nurmianto (1996) antropometri adalah satu kumpulan data numerik yang berhubungan dengan karakteristik fisik tubuh manusia, ukuran, bentuk dan kekuatan serta penerapan dari data tersebut untuk penanganan masalah desain. Antropometri secara lebih luas digunakan sebagai pertimbangan ergonomis dalam proses perencanaan produk maupun sistem kerja yang memerlukan interaksi manusia.

Menurut Sritomo (1992), salah satu bidang keilmuan ergonomis adalah istilah antropometri yang berasal dari “Anthro” yang berarti ukuran dan ”Metron” adalah dimensi. Secara definitif antropometri dinyatakan sebagai satu studi yang berhubungan dengan pengukuran dimensi tubuh manusia. Manusia pada dasarnya memiliki bentuk, ukuran (tinggi, lebar, dan sebagainya) berat dan lain-lain yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Menurut Sutalaksana, (1997) tempat kerja yang baik, sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan manusia, dapat diperoleh apabila ukuran-ukuran dari tempat kerja tersebut sesuai dengan tubuh manusia. Hal-hal yang bersangkutan dengan dimensi tubuh manusia ini dipelajari dalam antropometri.

Antropometri secara luas akan digunakan sebagai pertimbangan-pertimbangan ergonomis dalam memerlukan interaksi manusia dan antropometri yang berhasil diperoleh akan diaplikasikan secara luas, yaitu:

  1. Perancangan areal kerja.
  2. Perancangan peralatan seperti mesin, perkakas.
  3. Perancangan produk konsumtif seperti pakaian, kursi lemari komputer.
  4. Perancangan lingkungan kerja fisik.

2.3       Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tubuh Manusia

Data yang digunakan dalam melakukan perancangan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut ini adalah faktor-faktor yang dipengaruhi:

  1. Umur

Ukuran tubuh manusia akan berkembang dari saat lahir sampai kira-kira berumur 20 tahun untuk pria dan 17 tahun untuk wanita. Kemudian manusia akan berkurang ukuran tubuhnya saat manusia berumur 60 tahun.

  1. Jenis Kelamin

Pada umumnya pria memiliki dimensi tubuh yang lebih besar kecuali dada dan pinggul.

  1. Suku Bangsa (Etnis)

Variasi dimensi akan terjadi, karena pengaruh etnis.

  1. Pekerjaan

Aktivitas kerja sehari-hari juga menyebabkan perbedaan ukuran tubuh manusia. Selain faktor-faktor di atas, masih ada beberapa kondisi tertentu (khusus) yang dapat mempengaruhi variabilitas ukuran dimensi tubuh manusia yang juga perlu mendapat perhatian, seperti:

  1. Cacat tubuh

Data antropometri akan diperlukan untuk perancangan produk bagi orang-orang cacat.

  1. Tebal atau tipisnya pakaian yang harus dikenakan

Faktor iklim yang berbeda akan memberikan variasi yang berbeda pula dalam bentuk rancangan dan spesifikasi pakaian. Artinya dimensi orang pun akan berbeda dalam satu tempat dengan tempat yang lain.

  1. Kehamilan (pregnancy)

Kondisi semacam ini jelas akan mempengaruhi bentuk dan ukuran dimensi tubuh (untuk perempuan) dan tentu saja memerlukan perhatian khusus terhadap produk-produk yang dirancang bagi segmentasi seperti itu.

2.4       Karakteristik Seorang Perancang

Seseorang dikatakan perancang yang baik jika memiliki  karakteristik. Berikut ini merupakan karakteristik yang harus dimiliki oleh seseorang perancang agar menghasilkan produk yang baik:

  1. Mempunyai kemampuan untuk mengidentifikasikan masalah.
  2. Memiliki imajinasi untuk meramalkan masalah yang mungkin akan timbul.
  3. Berdaya cipta.
  4. Mempunyai keahlian dibidang matematika, fisika, kimia tergantung dari jenis rancangan yang dibuat.
  5. Dapat mengambil keputusan yang terbaik berdasarkan analisa dan prosedur yang benar.
  6. Terbuka terhadap kritik dan saran yang diberikan oleh orang lain.

2.5       Perancangan Produk atau Alat

            Perancangan adalah suatu proses yang bertujuan untuk menganalisa, menilai dan memperbaiki serta menyusun suatu sistem, baik untuk sistem fisik maupun nonfisik yang optimum untuk waktu yang akan datang dengan memanfaatkan informasi yang ada (Nurmianto, 1996).

            Perancangan suatu alat termasuk dalam metode teknik, dengan demikian langkah-langkah pembuatan perancangan akan mengikuti metode yang menerangkan bahwa perancangan teknik adalah suatu aktifitas dengan maksud tertentu menuju kearah tujuan pemenuhan kebutuhan manusia. Tiga hal yang harus diperhatikan dalam perancangan sebuah produk  antara lain:

  1. Aktifitas untuk maksud tertentu
  2. Sasaran pada pemenuhan kebutuhan manusia
  3. Berdasarkan pada pertimbangan teknologi

            Perencanaan rancangan produk perlu mengetahui karakteristik perancangan dan perancangnya. Beberapa karakteristik perancangan, yaitu:

  1. Berorientasi pada tujuan
  2. Variform yaitu suatu anggapan bahwa terdapat sekumpulan solusi yang mungkin tidak terbatas, tetapi harus dapat memilih salah satu ide yang akan diambil
  3. Pembatas yaitu membatasi solusi pemecahan antara lain:
    1. Hukum alam, seperti ilmu fisika, ilmu kimia, dan lain-lain.
    2. Ekonomis, pembiayaan atau ongkos dalam merealisir rancangan.
    3. Pertimbangan manusia, sifat, keterbatasan dan kemampuan manusia dalam   merancang dan memakainya.
    4. Faktor-faktor legality, mulai dari model, bentuk sampai dengan hak cipta.
    5. Fasilitas produksi, sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menciptakan yang telah dibuat.
    6. Evolutif, berkembang terus mengikuti perkembangan zaman.

Prosedur perancangan yang merupakan tahapan umum teknik perancangan dikenal dengan sebutan NIDA, yang merupakan kepanjangan dari need, idea, decision and action. Artinya tahap pertama seorang perancang menetapkan dan mengidentifikasikan kebutuhan (need), sehubungan dengan alat atau produk yang harus dirancang. Kemudian dilanjutkan dengan pengembangan ide-ide (idea) yang melahirkan berbagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan tadi. Dilakukan suatu penilaian dan penganalisaan terhadap berbagai alternatif yang ada, sehingga perancang dapat memutuskan (decision) suatu alternatif terbaik dan pada akhirnya dilakukanlah suatu proses pembuatan (action) (Nurmianto, 1996).

            Hasil rancangan yang dibuat dituntut dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi si pemakai. Oleh karena itu,  rancangan yang akan dibuat harus memperhatikan faktor manusia sebagai pemakai. Faktor manusia ini diantaranya dipelajari dalam ergonomi (anthropometri).

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat suatu rancangan selain faktor manusia antara lain (Nurmianto, 1996):

  1. Analisa teknik yaitu berhubungan ketahanan, kekerasan, dan sebagainya.
  2. Analisa ekonomi yaitu berhubungan dengan perbandingan biaya yang harus dikeluarkan dan manfaat yang akan diperoleh.
  3. Analisa legalisasi yaitu berhubungan dengan segi hukum atau tatanan hukum yang berlaku dan dari hak cipta.
  4. Analisa pemasaran yaitu berhubungan dengan jalur distribusi produk/hasil rancangan sehingga dapat sampai kepada konsumen atau pemakai.
  5. Analisa nilai yaitu suatu prosedur yang mengidentifikasikan ongkos-ongkos yang tidak ada gunanya. Analisa nilai dibagi menjadi empat kategori antara lain:
    1. Uses value yaitu berhubungan dengan nilai kegunaan.
    2. Esteem value yaitu berhubungan dengan nilai estetika atau keindahan.
    3. Cost value yaitu berhubungan dengan pembiayaan.
    4. Exchange value yaitu berhubungan dengan kemampuan tukar.

Nurmianto menjelaskan bahwa didalam suatu perancangan terdapat tiga tipe perancangan antara lain (Nurmianto, 1996):

  1. Perancangan untuk pemakaian nilai ekstrim yaitu data dengan persentil ekstrim minimum 5% dan ekstrim maksimum 95%.
  2. Perancangan pemakaian nilai rata-rata yaitu data dengan persentil 50%.
  3. Perancangan untuk pemakaian yang dapat disesuaikan (adjustable).

2.6       Kelemahan dan Keunggulan Antrpometri

            Antropometri sangat diperlukan dalam dunia industri. Berikut ini adalah keunggulan dan kelemahan antropometri (Sritomo, 1992), yaitu:

  1. Kelemahan Antropometri
    1. Tidak sensitive.
    2. Faktor diluar gizi (penyakit, genetik, dan penurunan penggunaan energi).
    3. Kesalahan yang terjadi pada saat pengukuran dapat mempungaruhi presisi, akurasi, dan validitas pengukuran antropometri gizi.
  2. Keunggulan Antropometri
    1. Prosedur sederhana, aman dan dapat dilakukan dalam jumlah sampel cukup besar.
    2. Relatif tidak membutuhkan tenaga ahli.
    3. Alat murah, mudah dibawa, tahan lama, dapat dipesan dan dibuat di daerah setempat.
    4. Metode ini tepat dan akurat, karena dapat dibakukan.
    5. Dapat mendeteksi atau menggambarkan riwayat gizi dimasa lampau.
    6. Umumnya dapat mengidentifikasi status buruk, kurang dan baik, karena sudah ada ambang batas yang jelas.

Berdasarkan posisi tubuh antropometri dibagi menjadi dua bagian berikut ini adalah kedua bagian posisi tersebut:

  1. Antropometri Statis (Structural Body Dimension)

Pengukuran dilakukan pada saat tubuh dalam keadaan diam atau tidak bergerak. Dimensi yang diukur pada posisi ini antara lain meliputi berat badan, tinggi badan dalam posisi berdiri maupun duduk, ukuran kepala, dan lain-lain.

  1. Antropometri Dinamis (Functional Body Dimension)

Pengukuran dimensi tubuh yang diukur dalam berbagai posisi tubuh yang sedang bergerak. Hal pokok yang ditekankan pada pengukuran dinamis adalah mendapatkan ukuran tubuh yang nantinya akan berkaitan erat dengan gerakan-gerakan nyata yang diperlukan tubuh untuk melaksanakan kegiatan.

2.7       Penggunaan Distribusi Normal

Penerapan data anthropometri ini akan dapat dilakukan jika tersedia nilai mean (rata-rata) dan standar deviasinya dari suatu distribusi normal. Adapun distribusi normal ditandai dengan adanya nilai mean dan standar deviasi. Sedangkan persentil adalah suatu nilai yang menyatakan bahwa persentase tertentu dari sekelompok orang yang dimensinya sama dengan atau lebih rendah dari nilai tersebut. Besarnya nilai persentil dapat ditentukan dari tabel probabilitas distribusi normal (Nurmianto. 1996).

Tabel 2.1 Distribusi Normal dan Perhitungan Persentil

Persentil

Perhitungan

1 – st

 – 2,325 x

2,5 – th

 – 1,96  x

5 – th

 – 1,645  x

10 – th

 – 1,28  x

50 – th

90 – th

 + 1,28  x

95 – th

 + 1,645  x

97,5 – th

 + 1,96  x

99 – th

 + 2,325  x

Dalam pokok bahasan anthropometri, 95 persentil menunjukkan tubuh berukuran besar, sedangakan 5 persentil menunjukkan tubuh berukuran kecil. Jika diinginkan dimensi untuk mengakomodasi 95% populasi maka 2,5 dan 97,5.

BAB III

PENGUMPULAN DATA

3.1       Flowchart  Pengumpulan Data

Setiap tahapan dalam flowchart merupakan prosedur yang dilakukan saat melakukan pengumpulan data. Berikut dapat dilihat pada Gambar 3.1 untuk lebih jelas tentang tampilan flowchart pengumpulan data.

Gambar 3.1 Flowchart Pengumpulan Data

 

3.2       Penjelasan Flowchart Pengumpulan Data

Proses pengumpulan data untuk modul antropometri, tahapannya dijelaskan dalam bentuk flowchat. Setiap tahapan dalam flowchart merupakan prosedur yang dilakukan saat melakukan pengumpulan data. Berikut dapat dilihat pada Gambar 3.1 untuk lebih jelas tentang tampilan flowchart pengumpulan data.

Langkah pertama dalam tahapan pengumpulan data adalah menyiapkan alat diantaranya kursi antropometri, meteran jahit, meteran bangunan, dua buah batang kayu untuk membantu proses pengukuran, busur, dan lembar data antropometri. Setelah menyiapkan alat, kemudian tahapan berikutnya adalah melakukan pengukuran dimensi tubuh dengan menggunakan alat yang tersedia, untuk 44 data antropometri statis dan 3 data antropometri dinamis setelah semua data terpenuhi Kemudian keseluruhan data antropometri dicatat dalam lembar data antropometri.

Proses berikutnya untuk data antropometri yang diperoleh bila sudah sesuai, maka berlanjut ke proses berikutnya untuk menentukan produk yang akan dibuat. Namun jika data antropometri belum sesuai, maka harus melakukan pengukuran kembali. Selanjutnya bila data antropometri sudah mencukupi, maka dapat merapikan alat untuk diletakkan kembali pada tempatnya. Langkah berikutnya menentukan produk yang akan dirancang dari hasil pengukuran antropometri, dalam hal ini produk yang akan dirancang adalah lemari belajar.

3.3       Peralatan yang Digunakan

Peralatan yang digunakan beserta penjelasan fungsinya dalam proses pengumpulan data adalah sebagai berikut.

  1. Kursi , digunakan untuk mengukur seluruh bagian dimensi tubuh.
  2. Meteran, digunakan untuk mengukur dimensi tubuh secara manual.
  3. Busur, digunakan untuk mengukur ketepatan sudut putaran dimensi tubuh.
  4. Dua buah batang kayu, digunakan untuk membantu pengukuran dimensi tubuh yang sulit dijangkau.
  5. Lembar data antropometri, digunakan untuk mencatat keseluruhan hasil pengukuran.

3.4       Data Antropometri

Berikut ini adalah keseluruhan data antropometri dari seluruh kelompok, mulai dari data antropometri kelompok 1 sampai dengan kelompok 5.

Tabel 3.1 Lembar Data Pengamatan 1

  Lembar Pengamatan Pengukuran Data Antropometri Statis
KELOMPOK : 1 (Satu)

19 Tahun (Basit), 19 Tahun (Ferdy), 19 Tahun (Ifan), 20 Tahun (Panji)

Indonesia

UMUR :
SUKU BANGSA :

Lembar Pengamatan Pengukuran Data Anthropometri Statis

No

Data Yang Diukur

Simbol

Hasil Pengukuran (cm)

Basit

Ferdy

Ifan

Panji

1

Berat badan

Bb

50

72

98

70

2

Tinggi duduk tegak

Tdt

136

136

140

135

3

Tinggi duduk normal

Tdn

128

133

137

133

4

Tinggi mata duduk

Tmd

115

120

130

126

5

Tinggi bahu duduk

Tbd

97

103

102

109

6

Lebar bahu

Lb

26

46

44

39

7

Siku ke bahu

Skb

32

35

35

40

8

Tinggi siku duduk

Tsd

29

33

30

32

9

Siku ke Siku

Sks

32

52

51

60

10

Tinggi sandaran punggung

Tsp

98

98

103

102

11

Lebar sandaran duduk

Lsd

45

66

50

40

12

Tinggi pinggang

Tpg

70

62

70

63

13

Lebar pinggang

Lpg

32

33

36

37

14

Lebar pinggul

Lp

29

38

43

40

15

Tebal perut duduk

Tpd

29

30

30

30

16

Tebal paha

Tp

16

19

22

21

17

Tinggi lutut duduk

Tld

50

46

52

52

18

Tinggi popliteal

Tpo

44

38

40

38

19

Pantat popliteal

Pp

34

48

50

50

20

Pantat ke lutut

Pkl

51

60

60

41

21

Tinggi badan tegak

Tbt

169

156

166

162

22

Tinggi mata berdiri

Tmb

160

154

155

153

23

Tinggi bahu berdiri

Tbb

140

135

139

137

24

Tinggi siku berdiri

Tsb

100

100

105

100

25

Tinggi pinggang berdiri

Tpgb

70

104

107

94

26

Tinggi pinggul berdiri

Tplb

56

92

90

86

27

Tinggi lutut berdiri

Tlb

50

55

48

47

28

Panjang lengan bawah

Plb

26

26

25

22

29

Tebal dada berdiri

Tdb

18

23

28

23

30

Tebal perut berdiri

Tpb

16

25

30

19

31

Jangkauan tangan ke atas

Jtkt

70

70

70

66

32

Jangkauan tangan ke depan

Jktd

76

83

86

66

33

Rentangan tangan

Rt

170

168

158

162

34

Pangkal ke tangan

Pkt

10

10

11

11

35

Lebar jari 2,3,4,5

Lj

8

7

8

8

36

Lebar tangan

Lt

11

10

10

10

37

Tebal tangan

Tt

5

5

6

3

38

Panjang jari 1

Pj 1

6

7

7

6

2

Pj 2

8

8

7

7

3

Pj 3

9

6

8

8

4

Pj 4

7

5

7

7

5

Pj 5

5

5

5

5

39

Panjang kaki

Pk

29

25

38

23

40

Lebar kaki

Lk

14

10

12

12

Lembar Pengamatan Pengukuran Data Anthropometri Dinamis

No

Data Yang Diukur

Simbol

Hasil Pengukuran (derajat)

Basit

Ferdy

Ifan

Panji

1

Putaran lengan

Pl

130

120

110

100

2

Putaran telapak tangan

Ptt

140

135

110

130

3

Sudut telapak kaki

Stk

120

80

110

110

Tabel 3.2 Lembar Data Pengamatan 2

Lembar Pengamatan Pengukuran Data Antropometri Statis

Nama                                               : Kelompok 4

Umur                                               : Bervariasi

Jenis Kelamin                                 : Laki-Laki Dan Perempuan

Suku Bangsa                                   : Indinesia

No

Data yang diukur

Symbol

Hasil Pengukuran (cm)

Didi

Iman

Evly

Azis

Anto

1

Berat badan

Bb

55

71

45

115

65

2

Tinggi duduk tegak

Tdt

110

115

110

115

110

3

Tinggi duduk normal

Tdn

105

110

105

115

110

4

Tinggi mata duduk

Tmd

120

123

118

125

120

5

Tinggi bahu duduk

Tbd

60

67

60

65

63

6

Lebar bahu

Lb

43

45

35

50

44

7

Siku ke bahu

Skb

35

35

32

33

36

8

Tinggi siku duduk

Tsd

27

25

25

30

22

9

Siku ke siku

Sks

50

52

41

60

40

10

Tinggi sandaran punggung

Tsp

52

53

45

55

53

11

Lebar sandaran duduk

Lsd

20

24

20

30

22

12

Tinggi pinggang

Tpg

23

23

25

25

24

13

Lebar pinggang

Lpg

29

38

28

43

28

14

Lebar pinggul

Lp

33

36

31

42

30

15

Tebal perut duduk

Tpd

20

26

22

40

20

16

Tebal paha

Tp

14

21

16

27

16

17

Tinggi lutut duduk

Tld

50

52

44

53

58

18

Tinggi popliteal

Tpo

48

47

38

46

51

19

Pantat popliteal

Pp

47

45

40

47

51

20

Pantat ke lutut

Pkl

55

50

45

55

59

21

Tinggi badan tegak

Tbt

168

168

155

172

175

22

Tinggi mata berdiri

Plb

158

158

143

160

164

23

Tinggi bahu berdiri

Tbb

144

135

127

140

146

24

Tinggi siku berdiri

Tsb

115

102

100

108

110

25

Tinggi pinggang berdiri

Tpgb

100

95

92

98

108

26

Tinggi pinggul berdiri

Tplb

93

90

86

90

100

27

Tinggi lutut berdiri

Tlb

50

50

50

45

55

28

Panjang lengan bawah

Plb

25

26

26

26

31

29

Tebal dada berdiri

Tdb

20

26

22

29

23

30

Tebal perut berdiri

Tpb

21

24

25

36

27

31

Jangkauan tanggan ke atas

Jtkt

188

209

187

218

225

32

Jangkauan tanggan ke depan

Jktd

80

78

73

83

86

33

Rentangan tanggan

Rt

168

165

157

170

188

34

Pangkal ke tangan

Pkt

19

19

19

15

18

35

Lebar jari 2,3,4,5

Lj

9

9

8

6

9

36

Lebar tangan

Lt

10

10

10

7

9

37

Tebal tangan

Tt

2

3

4

2

2

38

Panjang jari 1

Pj 1

6

6

6

6

6

2

Pj 2

8

7

7

7

7

3

Pj 3

9

8

8

8

8

4

Pj 4

8

7

7

7

8

5

Pj 5

6

5

6

5

6

39

Panjang kaki

Pk

25

25

25

22

27

40

Lebar kaki

Lk

10

10

9

13

13

Lembar Pengamatan Pengukuran Data Antropometri Dinamis

No

Data yang diukur

Symbol

Hasil pengukuran

Didi

Iman

Evly

Azis

Anto

1

Putaran lengan

Pl

170

140

80

70

60

2

Putaran telapak tangan

Ptt

40

50

30

25

30

3

Sudut telapak kaki

Stk

80

70

80

80

90

 

 

Tabel 3.3 Lembar Data Pengamatan 3

Lembar Pengamatan Pengukuran Data Antropometri Statis

NAMA                    : DIPO, FINZA, BUDI

UMUR                    : 20, 20, 20 TAHUN

JENIS KELAMIN : L, L, L

SUKU BANGSA   : INDONESIA

No.

Data yang Diukur

Simbol

Hasil Pengukuran (cm)

Dipo

Finza

Budi

1

Berat badan

Bb

48

82

98

2

Tinggi duduk tegak

Tdt

91

99

100

3

Tinggi duduk normal

Tdn

86

91

96

4

Tinggi mata duduk

Tmd

79

84

90

5

Tinggi bahu duduk

Tbd

61

65

66

6

Lebar bahu

Lb

42

42

50

7

Siku ke bahu

Skb

32

33

39

8

Tinggi siku duduk

Tsd

25

25

31

9

Siku ke siku

Sks

39

42

55

10

Tinggi sandaran punggung

Tsp

55

58

55

11

Lebar sandaran duduk

Lsd

32

25

24

12

Tinggi pinggang

Tpg

23

20

20

13

Lebar pinggang

Lpg

30

33

47

14

Lebar pinggul

Lp

29

35

42

15

Tebal perut duduk

Tpd

24

29

49

16

Tebal paha

Tp

17

19

20

17

Tinggi lutut duduk

Tld

50

55

52

18

Tinggi popliteal

Tpo

43

41

44

19

Pantat popliteal

Pp

41

42

43

20

Pantat ke lutut

Pkl

53

55

55

21

Tinggi badan tegak

Tbt

170

176

167

22

Tinggi mata berdiri

Tmb

158

163

154

23

Tinggi bahu berdiri

Tbb

142

144

135

24

Tinggi siku berdiri

Tsb

115

111

100

25

Tinggi pinggang berdiri

Tpgb

99

99

93

26

Tinggi pinggul berdiri

Tplb

91

89

83

27

Tinggi lutut berdiri

Tlb

49

52

48

28

Panjang lengan bawah

Plb

28

48

42

29

Tebal dada berdiri

Tdb

27

35

35

30

Tebal perut berdiri

Tpb

27

35

39

31

Jangkauan tangan ke atas

Jtkt

212

223

205

32

Jangkauan tangan ke depan

Jktd

75

78

77

33

Rentangan tangan

Rt

186

182

177

34

Pangkal ke tangan

Pkt

18

20

17

35

Lebar jari 2, 3, 4, 5

Lj

7

9

9

36

Lebar tangan

Lt

11

10

11

37

Tebal tangan

Tt

4

4

5

38

Panjang jari 1

Pj 1

6

7

6

2

Pj 2

8

9

8

3

Pj 3

9

10

9

4

Pj 4

8

9

8

5

Pj 5

7

6

7

39

Panjang kaki

Pk

14

27

25

40

Lebar kaki

Lk

10

12

12

Lembar Pengamatan Pengukuran Data Antropometri Dinamis

No

Data yang Diukur

Simbol

Hasil Pengukuran (°)

Dipo

Finza

Budi

1

Putaran lengan

Pt

130

160

150

2

Putaran telapak tangan

Ptt

90

140

120

3

Sudut telapak kaki

Stk

160

160

130

 

 

 

Tabel 3.4 Lembar Data Pengamatan 4

Lembar Pengamatan Pengukuran Data Antropometri Statis

NAMA                    : JOE, NURHADI, RYAN, GADING, FRANS

UMUR                    : 19, 20, 22, 20, 20 TAHUN

JENIS KELAMIN : L, L, L, L, L

SUKU BANGSA   : INDONESIA

No.

Data yang Diukur

Simbol

Hasil Pengukuran (cm)

Joe

Nurhadi

Ryan

Gading

Frans

1

Berat badan

Bb

54

107

63

79

63

2

Tinggi duduk tegak

Tdt

85

87

89

85

89

3

Tinggi duduk normal

Tdn

80.5

85

81

79

85.5

4

Tinggi mata duduk

Tmd

71

74

77

75

76.5

5

Tinggi bahu duduk

Tbd

57

60

65

59

61

6

Lebar bahu

Lb

42

46

43

45

39.5

7

Siku ke bahu

Skb

38.5

36

37

35

40

8

Tinggi siku duduk

Tsd

19

21

27

27

25

9

Siku ke siku

Sks

44.5

46.5

27.5

45.5

35

10

Tinggi sandaran punggung

Tsp

47

53

56

56

50

11

Lebar sandaran duduk

Lsd

27.5

37.5

29

33

31

12

Tinggi pinggang

Tpg

19

22

20

21

20

13

Lebar pinggang

Lpg

28

40

30

32

29

14

Lebar pinggul

Lp

31

36

34.5

35.5

35

15

Tebal perut duduk

Tpd

18.5

38

19

22.5

18

16

Tebal paha

Tp

10

16

13.5

13

14

17

Tinggi lutut duduk

Tld

53

56

54

54

52

18

Tinggi popliteal

Tpo

44

44

46

42

43

19

Pantat popliteal

Pp

42

45.5

49

45

50

20

Pantat ke lutut

Pkl

54

60.5

57

56

57

21

Tinggi badan tegak

Tbt

165

174

171

167.5

169

22

Tinggi mata berdiri

Tmb

154

162

163

156

156

23

Tinggi bahu berdiri

Tbb

138

146.5

150

142

143

24

Tinggi siku berdiri

Tsb

103

109

109

109

106

25

Tinggi pinggang berdiri

Tpgb

97

100

102

98

95.5

26

Tinggi pinggul berdiri

Tplb

91

96

94

89

90.5

27

Tinggi lutut berdiri

Tlb

47

49

52

47

49

28

Panjang lengan bawah

Plb

24

24

25

21

19

29

Tebal dada berdiri

Tdb

16

25

17

22

20

30

Tebal perut berdiri

Tpb

15

31

17

23

17.5

31

Jangkauan tangan ke atas

Jtkt

208

216

214.5

206

206

32

Jangkauan tangan ke depan

Jktd

82

85

88

81

73

33

Rentangan tangan

Rt

171

182

176

170

165

34

Pangkal ke tangan

Pkt

10

10

11

10

10.5

35

Lebar jari 2, 3, 4, 5

Lj

8

7

6.5

8

7

36

Lebar tangan

Lt

10

10

10.5

10.5

9.5

37

Tebal tangan

Tt

3

3.5

4

3

3

38

Panjang jari 1

Pj 1

6

7

7

6.5

6

2

Pj 2

7

7

7.5

7.5

7

3

Pj 3

8

8

8

8

8

4

Pj 4

7.5

7.5

7

7

7.5

5

Pj 5

5.5

6

5.5

5.5

6

39

Panjang kaki

Pk

24.5

26

26

25.5

24.5

40

Lebar kaki

Lk

9

10.5

10.5

11

11

Lembar Pengamatan Pengukuran Data Antropometri Dinamis

No

Data yang Diukur

Simbol

Hasil Pengukuran (°)

Joe

Nurhadi

Ryan

Gading

Frans

1

Putaran lengan

Pt

80

120

80

115

70

2

Putaran telapak tangan

Ptt

75

130

135

130

90

3

Sudut telapak kaki

Stk

60

30

80

60

70

Tabel 3.5 Lembar Data Pengamatan 5

Lembar Pengamatan Pengukuran Data Antropometri Statis

NAMA                      : Kelompok V
UMUR                      : Bervariasi
JENIS KELAMIN   : laki-laki
SUKU BANGSA      : Indonesia

No

Data yang Diukur

Simbol

Hasil Pengukuran (cm)

Salman

Akbar

Endri

Fajar

Nisha

1

Berat badan

Bb

70

62

73

58

57

2

Tinggi duduk tegak

Tdt

89.5

94

103

82

82

3

Tinggi duduk normal

Tdn

88

91

87

79

80

4

Tinggi mata duduk

Tmd

80

84

82

73

70

5

Tinggi bahu duduk

Tbd

60

64

67

60

60

6

Lebar bahu

Lb

43

43

46

41

39

7

Siku ke bahu

Skb

33

37

34

35

32

8

Tinggi siku duduk

Tsd

28

27

22

25

23

9

Siku ke siku

Sks

35

34

38

36

36

10

Tinggi sandaran punggung

Tsp

57

62

65

59

59

11

Lebar sandaran duduk

Lsd

32

31

31

30

27

12

Tinggi pinggang duduk

Tpg

17

22

19

23

20

13

Lebar pinggang

Lpg

32

26

31

29

28

14

Lebar pinggul

Lp

38

38

37

37

41

15

Tebal perut duduk

Tpd

24

21

24

21

21

16

Tebal paha

Tp

20

20

20

19

19

17

Tinggi lutut duduk

Tld

54

49

52

50

48

18

Tinggi popliteal

Tpo

45

39

43

41

37

19

Pantat popliteal

Pp

50

48

51

50

47

20

Pantat ke lutut

Pkl

57

60

60

60

53

21

Tinggi badan tegak

Tbt

169

171

176

166

154

22

Tinggi mata berdiri

Tmb

157

159

162

152

143

23

Tinggi bahu berdiri

Tbb

139

140

145

135

127

24

Tinggi siku berdiri

Tsb

110

107

110

105

97

25

Tinggi pinggang berdiri

Tpgb

95

100

99

95

87

26

Tinggi pinggul berdiri

Tplb

86

88

90

90

82

27

Tinggi lutut berdiri

Tlb

45

50

46

50

45

28

Panjang lengan bawah

Plb

26

25

26

25

22

29

Tebal dada berdiri

Tdb

21

19

21

20

23

30

Tebal perut berdiri

Tpb

27

24

23

24

22

31

Jangkauan tangan ke atas

Jtkt

210

213

214

207

190

32

Jangkauan tangan ke depan

Jktd

72

83

77

75

67

33

Rentangan tangan

Rt

173

173

177

170

150

34

Pangkal ke tangan

Pkt

10

11

11

11

10

35

Lebar jari 2,3,4,5

Lj

7

7

8

7

6

36

Lebar tangan

Lt

10

10

12

11

9

37

Tebal tangan

Tt

4

4

5

4.5

4

38

Panjang jari 1

Pj 1

6.5

7

8

6.5

5.5

2

Pj 2

7.5

7.5

8.5

7

6

3

Pj 3

8

8.5

9

8

7

4

Pj 4

7

7

8.5

7.5

6

5

Pj 5

6

6

6.5

6

5.5

39

Panjang kaki

Pk

26

26

27

25

21

40

Lebar kaki

Lk

11

10

12

10

9.5

Lembar Pengamatan Pengukuran Data Antropometri Dinamis

No

Data yang Diukur

Simbol

Hasil Pengukuran (°)

Salman

Akbar

Endri

Fajar

Nisha

1

Putaran lengan

Pl

140

120

110

115

110

2

Putaran telapak tangan

Ptt

130

130

150

120

170

3

Sudut telapak kaki

Stk

85

60

90

90

90

BAB IV

PEMBAHASAN DAN ANALISIS

4.1.      Pembahasan

Setelah mempelajari landasan teori, untuk lebih memahami antropometri maka selanjutnya teori yang ada diterapkan untuk penanganan masalah desain. Masalah desain yang diselesaikan dalam kasus ini yaitu perancangan lemari belajar.

4.1.1    Deskripsi Produk

Lemari belajar yang kami rancang telah disesuaikan dengan dimensi tubuh, sehingga memberikan kenyamanan bagi pemakainya. Kelebihannya yakni pada bagian atas lemari cukup luas untuk dapat meletakkan berbagai dokumen dengan jumlah yang cukup banyak, kemudian pada bagian samping  lemari terdapat empat buah laci pada sisi kiri lemari belajar yang difungsikan untuk menyimpan berbagai dokumen atau perlengkapan belajar dalam jumlah yang cukup banyak dan pada bagian kanan lemari pun ditambahkan satu buah laci, yang difungsikan sebagai tempat meletakkan CPU, serta sebagai tempat menaruh tas pada  bagian atas. Selain itu pada bagian kaki lemari dipasang sandaran kaki, sehingga dapat berfungsi untuk pijakan kaki. Lemari belajar yang kami buat juga berdimensi agak lebih besar jadi dapat menampung banyak barang dan harganyapun terjangkau.

 

4.1.2    Dimensi Antropometri yang Digunakan

            Pembuatan lemari belajar memerlukan beberapa dimensi dalam antropometri. Dimensi yang dibutuhkan yaitu siku ke siku, tinggi badan tegak, tinggi pinggang berdiri, panjang lengan bawah, jangkauan tangan ke depan, lebar jari 2,3,4, dan 5, panjang kaki, dan sudut telapak kaki. Dimensi siku ke siku digunakan untuk merancang bagian panjang papan lemari pada lemari belajar. Dimensi tinggi badan tegak untuk merancang tinggi dari lemari belajar. Dimensi tinggi pinggang berdiri digunakan untuk merancang ketinggian papan lemari yang terdapat pada lemari belajar. Dimensi panjang lengan bawah dan jangkauan tangan ke depan digunakan untuk merancang lebar papan lemari pada lemari belajar. Dimensi lebar jari 2,3,4, dan 5 digunakan untuk merancang gagang pintu. Dimensi panjang kaki digunakan untuk merancang ukuran papan pijakan kaki lemari belajar.

4.1.3    Pengolahan Data Secara Manual

Setelah menentukan dimensi yang akan digunakan maka selanjutnya dilakukan perhitungan secara manual untuk mengetahui hasil ukuran rancangan yang akan dibuat. Berikut ini adalah rincian perhitungannya:

  1. Mean

Mean merupakan rata-rata dari seluruh data yang ada dalam setiap dimensi

  1. Standar Deviasi

= rata-rata dimensi tubuh manusia yang digunakan

= jumlah hasil pengukuran dimensi tubuh manusia untuk semua populasi

n        = banyaknya populasi

Tabel 4.1 Perhitungan

Dimensi

Total

Mean

Standar Deviasi

Persentil   5 %

Persentil 50 %

Persentil 95 %

siku ke siku

913

41,5

9,29614

28,4856

41,5

59,0699

tinggi bahu berdiri

3069,6

139,53

14,651

127

140

149,47

tinggi pinggang berdiri

2032

96,7619

7,82882

83,8835

92,7619

109,64

panjang lengan bawah

588

26,7273

6,46

16,1006

26,7273

37,354

Pangkal ke tangan

291,5

13,25

1,5633

10

11

19,850

lebar jari 2,3,4, dan 5

162

7,71429

0,95618

6,14136

7,71429

9,28721

panjang kaki

482

25,3684

4,39963

18,131

25,3684

32,6058

Jangkauan tanggan ke depan

1724

78,36

5,99

68,51

78,36

88,21

 

 

Tabel 4.2 Dimensi yang Dipergunakan

Dimensi dan Fungsi Dimensi

Dimensi

Fungsi Dimensi

2 kali lebar siku ke siku

Lebar  papan untuk tempat belajar

tinggi bahu berdiri

Tinggi lemari besar

tinggi pinggang berdiri

Tinggi papan tempat belajar

panjang lengan bawah

Tempat pegangan laci bawah

Pangkal ke tangan

Kedalaman laci

lebar jari 2,3,4, dan 5

Pegangan laci

panjang kaki

Papan pijakan bawah

Jangkauan tangan ke depan

Lebar meja belajar

 

Contoh Perhitungan Dimensi Siku ke Siku:

Persentil 5%    =  – 1,645  = 41,5 – (1,645 x 9,29614)

= 41,5 – 15,2922 = 28,4856

Persentil 50% =  = 41,5

Persentil 95%  =  + 1,645  = 41,5 + (1,645 x 9,29614)

= 41,5+ 15,2922 = 59,0699

4.1.4    Pengolahan Data dengan Software (SPSS)

Langkah-langkah pengolahan data dengan menggunakan SPSS. Masukkan variabel yang akan digunakan pada variable view, yaitu nama dan dimensi. Masukkan data-data berdasarkan variabel yang dipilih pada data view. Kemudian pilih analyze, descriptive statistic, lalu frequencies. Pengolahan data dengan software menggunakan semua ukuran dimensi tubuh yang telah diukur dari 5 populasi. Berikut ini adalah hasil perhitungan software yang mencari nilai mean, standar deviasi, persentil 5%, 50%, dan 95%.

Gambar 4.1 Output Statics

 

4.1.5    Perancangan Produk

Perancangan produk lemari belajar menggunakan ukuran dimensi dari pengukuran yang telah dilakukan seperti tinggi bahu berdiri (tbb), jangkauan tangan kedepan (jtkd), panjang lengan bawah (plb), panjang kaki (pk), siku ke siku (sks), tinggi pinggang berdiri (tpb), lebar jari 2,3,4,5 (lj). Ukuran yang digunakan menggunakan data persentil 50% atau mean agar dapat digunakan sebagian besar mahasiswa karena menyesuaikan ukuran tubuh rata-rata mahasiswa Teknik Industri.

Ukuran perancangan lemari belajar yang didapat dari data dimensi tubuh manusia diambil dari hasil perhitungan secara manual, sebab setiap nilai dihitung dengan teliti satu demi satu dengan menggunakan rumus yang ada, sehingga data yang dihasilkan lebih akurat untuk rancangan lemari belajar. Urutan perancangan produk lemari belajar diantaranya, Dimensi tinggi bahu berdiri untuk merancang tinggi dari lemari belajar yaitu 140 cm. Dimensi tinggi pinggang berdiri digunakan untuk merancang ketinggian papan lemari yang terdapat pada lemari belajar yaitu 98 cm. Dimensi lebar jari 2,3,4, dan 5 digunakan untuk merancang gagang pintu pada lemari belajar yaitu 8. Dimensi panjang kaki digunakan untuk merancang ukuran dari papan pijakan pada lemari belajar yaitu 25 cm.

4.2.      Analisis

            Analisis berisi tentang analisis dari produk yang telah dirancang berdasarkan tipe perancangannya, perbandingan produk asli dengan produk yang telah dirancang serta kelebihan dan kekurangan produk yang dirancang. Berikut ini adalah analisis dari produk lemari belajar.

4.2.1    Analisis Produk

Produk yang dirancang adalah lemari belajar yang multifungsi dengan menggunakan tipe perancangan sebesar persentil 50% sehingga lemari belajar yang dirancang dapat digunakan sebagian besar mahasiswa. Perancangan lemari belajar mempertimbangkan ukuran-ukuran dimensi yang digunakan agar lemari belajar yang dihasilkan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi konsumen yang menggunakan.

4.2.2    Analisis Perbandingan Produk

            Perbandingan lemari belajar yang telah dirancang dengan produk yang sudah ada, yaitu lemari belajar yang sudah dirancang memiliki laci lebih banyak dengan terdapatnya sekat d bawah meja sebagai tempat tambahan menyimpan buku, terdapat juga pijakan kaki dan tempat meletakkan CPU jika diperlukan sehingga memberikan kenyamanan bagi penggunanya karena berdasarkan ukuran-ukuran dimensi yang telah diukur. Produk asli yang sudah ada tidak terdapatnya pijakan kaki sehingga tidak memberikan kenyamanan bagi penggunanya.

 

 

 

 

 

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

 

  5.1     Kesimpulan

Kesimpulan diambil dari pembahasan dan analisis yang telah dilakukan dan menjawab dari tujuan. Berikut adalah kesimpulan yang dapat diambil:

  1. Dimensi yang digunakan untuk merancang lemari belajara dalah  tinggi bahu berdiri (tbb), panjang lengan bawah (tlb), rentangan tangan (rt), jangkauan tangan ke depan (jktd), lebar jari 2345 (lpg), siku ke siku (sks), panjang kaki (pk)  dan tinggi pinggang berdiri (plb).
  2. Nilai persentil yang digunakan adalah 50%. Karena persentil 50% merupakan nilai persentil yang umum dan semua mahasisiwa 3ID03 dapat memakainya.
  3. Dimensi tinggi bahu berdiri untuk merancang tinggi dari lemari belajar yaitu 140. Dimensi tinggi pinggang berdiri digunakan untuk merancang ketinggian papan lemari yang terdapat pada lemari belajar yaitu 98. Dimensi panjang lengan bawah dan jangkauan tangan ke depan digunakan untuk merancang lebar papan lemari pada lemari belajar yaitu 16. Dimensi lebar jari 2,3,4, dan 5 digunakan untuk merancang gagang pintu pada lemari belajar yaitu 8 . Dimensi panjang kaki dan sudut telapak kaki digunakan untuk merancang ukuran dari papan pijakan pada lemari belajar yaitu 25 cm.
  4. Kelebihannya lemari belajar yang dirancang adalah lemari belajar telah disesuaikan dengan dimensi tubuh manusia, sehingga memberikan kenyamanan saat digunakan. Kekurangan dari lemari belajar yang dibuat yakni lemari belajar hanya sesuai untuk populasi mahasiswa kelas 3ID03.

5.2       Saran

Berikut beberapa saran yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan agar pada proses pengukuran selanjutnya dapat menjadi lebih baik. Saran yang dapat diberikan adalah data dimensi tubuh untuk mata kaki ditambah, sehingga untuk membuat pijakkan kaki pada lemari dapat lebih mudah.

PUSTAKADAFTAR

Nurmianto, Eko. Ergonomi, Konsep Dasar dan Aplikasinya. PT. Guna Widya: Surabaya. 1996

Sutalaksana, Anggawisastra. Teknik Tata Cara Kerja. Bandung: Institut     Teknologi Bandung. 1979.

Wignjosoebroto, Sritomo. Teknik Tata Cara dan Pengukuran Kerja. PT. Guna     Widya: Surabaya. 1992.

Laporan Akhir Antropometri

 
Leave a comment

Posted by on March 20, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: