RSS

Laporan Akhir Display

20 Mar

ABSTRAKSI

 

 

Carolus Spinola A. E. P. (32409884), Chuwairul Muchazis (35409636), Didi Priatna (35409740), Eflizarty Azahra R. (32409234), Iman Nurrohim (32409807).

PENGINDRAAN DAN INFORMASI ( DISPLAY )

Laporan Akhir, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma, 2011.

Kata Kunci : Display, Video, Perancangan.                              

Manusia dalam melakukan aktifitas selalu membutuhkan informasi agar dapat melakukan aktifitasnya dengan lancar. Aktifitas yang dilakukan manusia berhubungan dengan lingkungan sekitar karena adanya interaksi antara manusia dengan lingkungan dimana aktifitas itu dilakukan. Interaksi antara manusia dengan lingkungan membutuhkan suatu alat peraga yang berguna untuk menyampaikan informasi kepada manusia agar terciptanya komunikasi secara tidak langsung antar keduanya. Hal ini disebabkan,  lingkungan tidak dapat menyampaikan informasinya langsung kepada manusia dalam melakukan aktifitasnya. Maka dari itu dibutuhkan suatu alat peraga, yaitu berupa display yang berguna untuk menyampaikan informasi dari lingkungan dengan manusia agar aktifitas yang dilakukan menjadi lancar. Suatu display yang baik mengandung informasi yang dapat dimengerti dan dipahami oleh manusia dengan membaca atau mendengarnya.

Produk yang dirancang hanya berupa display video. Perancangan display membahas aturan keselamatan dan kenyamanan kerja mengenai aturan pemakaian sarung tangan dan helm dengan durasi dalam video minimal 3 menit. Pekerja teramati dalam video sebanyak 5 orang dan perancangan video dilakukan di proyek pembangunan. Berdasarkan display yang dirancang, telah diketahui tipe-tipe yang digunakan dalam pembuatan display, yaitu tipe Video yang pertama termasuk display khusus, display kualitatif Dan berdasarkan panca indera, video yang dirancang termasuk dalam visual display dan auditory display. Perinsip yang digunakan, yaitu Prinsip proximity, prinsip symmetry, prinsip continuity, dan prinsip similarity. Video yang dirancang ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari  video ini adalah dapat memberikan informasi bagi pekerja mengenai pesan ergonomi bagaimana pentingnya menggunakan perlengkapan keselamatan kerja di lingkungan kerja, contohnya perlengkapan pada video ini dengan menggunakan helm dan sarung tangan pada saat bekerja. Hal tersebut berguna untuk menjaga keselamatan pekerja dari resiko kecelakaan pada saat bekerja dan melindungi bagian kepala dan tangan.

Daftar Pustaka (1979-2011)

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1              Latar Belakang

Manusia dalam melakukan aktifitas selalu membutuhkan informasi agar dapat melakukan aktifitasnya dengan lancar. Aktifitas yang dilakukan manusia berhubungan dengan lingkungan sekitar karena adanya interaksi antara manusia dengan lingkungan dimana aktifitas itu dilakukan. Interaksi antara manusia dengan lingkungan membutuhkan suatu alat peraga yang berguna untuk menyampaikan informasi kepada manusia agar terciptanya komunikasi secara tidak langsung antar keduanya. Hal ini disebabkan, lingkungan tidak dapat menyampaikan informasinya langsung kepada manusia dalam melakukan aktifitasnya, sehingga dibutuhkan suatu alat peraga, yaitu berupa display yang berguna untuk menyampaikan informasi dari lingkungan dengan manusia agar aktifitas yang dilakukan menjadi lancar. Suatu display yang baik mengandung informasi yang dapat dimengerti dan dipahami oleh manusia dengan membaca atau mendengarnya.

Pembuatan display berupa video tentang pentingnya keselamatan dan kenyamanan kerja bagi pekerja. Video ini memberikan informasi tentang pentingnya pemakaian helm untuk melindungi kepala dan sarung tangan safety agar tangan pekerja tidak menjadi lecet akibat membawa beban. Lingkungan kerja tidak dapat memberikan informasi langsung kepada pekerja akan tetapi dengan melihat video pentingnya  menggunakan perlengkapan helm dan sarung tangan pada saat bekerja, pekerja dapat mengetahui akibat yang dapat dialami. Apabila tidak menggunakan perlengkapan helm dan sarung tangan, pekerja kemungkinan besar bisa terjadi kecelakaan pada saat bekerja. Informasi yang diberikan melalui video ini dapat memberikan keamanan saat bekerja.

1.2              Perumusan Masalah

Perumusan masalah pada laporan akhir modul display adalah bagaimana cara membuat video yang baik dan benar. Apakah video yang dibuat dapat menyampaikan informasinya dengan baik.

1.3              Pembatasan Masalah

            Pembatasan masalah diperlukan agar tidak menyimpang dalam pembahasan mengenai display. Berikut ini adalah pembatasan yang diperlukan untuk membatasi masalah-masalah dalam display tersebut:

  1. Produk yang dirancang hanya berupa display video.
  2. Perancangan display membahas pentingnya keselamatan dan kenyamanan kerja dengan menggunakan helm dan sarung tangan.
  3. Durasi video minimal 3 menit.
  4. Pekerja teramati dalam video sebanyak 5 orang.
  5. Perancangan video dilakukan di proyek pembangunan.

1.4              Tujuan Penulisan

            Tujuan penulisan dilakukan untuk mendapatkan hasil yang optimal dan sesuai dengan yang diharapkan pada modul display. Berikut ini adalah tujuan selengkapnya:

  1. Mengetahui tipe-tipe dari display video yang dibuat.
  2. Mengetahui prinsip-prinsip yang digunakan dalam pembuatan display video.
  3. Mengetahui kelebihan dan kekurangan dari video yang dibuat.
  4. Mengetahui ukuran-ukuran tulisan pada display.

1.5        Sistematika Penulisan

            Sistematika penulisan berguna untuk mempermudah pembaca memahami pembahasan. Laporan akhir analisis perancangan kerja dan ergonomi 2 ini dilakukan pengelompokan penulisan dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

BAB I      PENDAHULUAN

Berisi mengenai latar belakang, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan praktikum, dan sistematika penulisan. Penulisan pada pendahuluan untuk mengetahui apa saja yang ingin dibahas mengenai modul display.

BAB II    LANDASAN TEORI

Menerangkan mengenai tujuan pustaka bahwa penulisan Laporan Akhir Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi 2 tentang display. Penulisan dalam landasan teori yaitu sebagai informasi yang mempermudah pemahaman dan pengertian yang membahas display.

BAB III   METODE PENGAMBILAN DATA

Metode pengambilan data yang menerangkan dalam menerapkan skema pengambilan data pada modul display. Metode pengambilan data ini menjelaskan juga mengenai alat yang digunakan pada modul display.

BAB IV   PEMBAHASAN DAN ANALISIS

Berisi mengenai pembahasan yang terdiri dari deskripsi display yang dibuat, yaitu video. Analisis dari tipe display serta prinsip-prinsip display.

BAB V    KESIMPULAN DAN SARAN

                 Bab V berisi kesimpulan dari pembahasan dan analisis yang telah dilakukan pada bab sebelumnya. Bab ini juga berisi saran yang ditunjukan bagi laporan akhir serta pelaksanaan Praktikum Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi 2 selanjutnya agar dapat berjalan lebih baik lagi.

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

 

2.1       Pengertian Display

Display merupakan bagian dari lingkungan yang perlu memberi informasi kepada pekerja agar tugas-tugasnya menjadi lancar (Sutalaksana,1979). Arti informasi disini cukup luas, menyangkut semua rangsangan yang diterima oleh indera manusia baik langsung maupun tidak langsung. Informasi-informasi yang dibutuhkan sebelum membuat display, diantaranya:

1. Tipe teknologi yang digunakan untuk menampilkan informasi.

2. Rentang total dari variabel mengenai informasi mana yang akan ditampilkan.

3. Ketepatan dan sensitivitas maksimal yang dibutuhkan dalam pengiriman informasi.

4. Kecepatan total dari variabel yang dibutuhkan dalam pengiriman informasi.

5. Minimasi kesalahan dalam pembacaan display.

6. Jarak normal dan maksimal antara display dan pengguna display.

7. Lingkungan dimana display tersebut digunakan.

Pembuatan Display terdapat kriteria-kriteria tertentu. Berikut ini 3 kriteria dasar dalam pembuatan display yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Pendeteksian

Kemampuan dasar dari display untuk dapat diketahui keberadaannya atau fungsinya. Untuk visual display harus dapat dibaca, contohnya: petunjuk umum penggunaan roda setir pada mobil dan untuk auditory display harus bias didengar, contohnya: bel rumah.

2. Pengenalan

Setelah display di deteksi, pesan dari display tersebut harus bisa dibaca atau didengar.

3. Pemahaman

Dalam pembuatan display tidaklah cukup apabila hanya memenuhi 2 kriteria diatas, display harus dapat dipahami sebaik mungkin sesuai dengan pesan yang disampaikan.

            Display merupakan alat peraga yang menyampaikan informasi kepada organ tubuh manusia dengan berbagai macam cara. Penyampaian informasi tersebut di dalam sistem “manusia-mesin” merupakan suatu proses yang dinamis dari persentasi visual indra penglihatan.  (Nurmianto,1991)

Display juga berfungsi sebagai “Sistem Komunikasi” yang menghubungkan fasilitas kerja maupun mesin kepada manusia, contoh dari display diantaranya adalah jarum speedometer, keadaan jalan raya memberikan informasi langsung ke mata, peta yang menggambarkan keadaan suatu kota. Jalan raya merupakan contoh dari display langsung, karena kondisi lingkungan jalan bisa langsung diterima oleh pengemudi. Jarum penunjuk speedometer merupakan contoh display tak langsung karena kecepatan kendaraan diketahui secara tak langsung melalui jarum speedometer sebagai pemberi informasi. (Sutalaksana, 1979).

Display dapat menyajikan informasi-informasi yang diperlukan manusia dalam melaksanakan pekerjaannya, maka display harus dirancang dengan baik. Perancangan display yang baik adalah bila dapat menyampaikan informasi selengkap mungkin tanpa banyak kesalahan dari manusia yang menerimanya. menurut Sutalaksana (1996), display yang baik harus dapat menyampaikan pesan tertentu sesuai dengan tulisan atau gambar yang dimaksud. Berikut ini adalah ciri–ciri dalam pembuatan display dan poster yang baik dan benar adalah:

1. Dapat menyampaikan pesan.

2. Bentuk/gambar menarik dan menggambarkan kejadian.

3. Menggunakan warna-warna mencolok dan menarik perhatian.

4. Proporsi gambar dan huruf memungkinkan untuk dapat dilihat/dibaca.

5. Menggunakan kalimat-kalimat pendek.

6. Menggunakan huruf yang baik sehingga mudah dibaca.

7. Realistis sesuai dengan permasalahan.

8. Tidak membosankan Ukuran

Poster bervariasi mulai dari sticker yang beukuran kecil sampai yang berukuran besar. Tetapi umumnya berukuran sebesar kalender. Poster berukuran kecil biasanya dalam bentuk stiker yang mudah ditempel dimana-mana, misalnya “Dilarang Membuang Sampah Sembarangan” dapat ditempel di tempat umum seperti halte bus. Display yang berbentuk rambu-rambu berbahaya, biasanya dipasang pada dinding, pintu masuk atau pada tiang-tiang. Display ini berbentuk seperti rambu-rambu lalu lintas (berbentuk bulat, segitiga, segiempat atau belah ketupat).

Peran ergonomi sangat penting dalam membuat rancangan display dan poster yang memiliki daya sambung yang tinggi dengan pembaca. Display dan poster harus mampu memberikan informasi yang jelas. Konsep “Human Centered Design” sangat kuat dalam pembuatan display dan poster karena terkait dengan sifat-sifat manusia sebagai “penglihat dan pemaham isyarat”.

 

2.2       Tipe – tipe Display Berdasarkan Tujuan

Berdasarkan tujuannya display terdiri atas dua bagian. Berikut adalah tipe-tipe

display berdasarkan tujuan yaitu:

1. Display Umum

Diantaranya mengenai aturan kepentingan umum, contohnya display tentang kebersihan dan kesehatan lingkungan, “Jagalah Kebersihan”.

2. Display Khusus

Diantaranya mengenai aturan keselamatan kerja khusus (misalnya dalam industri dan pekerjaan konstruksi), contohnya : “Awas Tegangan Tinggi”.

2.3       Tipe-tipe Display Berdasarkan Lingkungannya

Berdasarkan lingkungannya display terbagi dalam 2 macam. Berikut adalah tipe-tipe display berdasarkan lingkungannya yaitu:

1. Display Statis

Display yang memberikan informasi sesuatu yang tidak tergantung terhadap waktu, contohnya: peta (informasi yang menggambarkan suatu kota).

2. Display Dinamis

Display yang menggambarkan perubahan menurut waktu dengan variabel, contohnya: jarum speedometer dan mikroskop.

2.4       Tipe-tipe Display Berdasarkan Informasi

Berdasarkan informasi, display terbagi atas 3 macam. Berikut adalah tipe-tipe display berdasarkan informasinya yaitu:

1. Display Kualitatif

Display yang merupakan penyederhanaan dari informasi yang semula berbentuk data numerik, dan untuk menunjukkan informasi dari kondisi yang berbeda pada suatu sistem, contohnya: informasi atau tanda On Off pada generator, dingin, normal dan panas pada pembacaan temperatur.

2. Display Kuantitatif

Display yang memperlihatkan informasi numerik, (berupa angka, nilai dari suatu variabel) dan biasanya disajikan dalam bentuk digital ataupun analog untuk suatu visual display. Analog Indikator: Posisi jarum penunjuknya searah dengan besarnya nilai atau sistem yang diwakilinya, analog indikator dapat ditambahkan dengan menggunakan informasi kualitatif (misal merah berarti berbahaya). Digital Indikator: Cocok untuk keperluan pencatatan dan dapat menggunakan Electromecemichal Courtious.

3. Display Representatif

Display Representatif biasanya berupa sebuah “Working model” atau “mimic diagram” dari suatu mesin, salah satu contohnya adalah diagram sinyal lintasan kereta api.

 

 

2.5       Penggunaan Warna pada Visual Display

Informasi dapat juga diberikan dalam bentuk kode warna. Indera mata sangat sensitif terhadap warna BIRU-HIJAU-KUNING, tetapi sangat tergantung juga pada kondisi terang dan gelap. Dalam visual display sebaiknya tidak menggunakan lebih dari 5 warna. Hal ini berkaitan dengan adanya beberapa kelompok orang yang memiliki gangguan penglihatan atau mengalami kekurangan dan keterbatasan penglihatan pada matanya. Warna merah dan hijau sebaiknya tidak digunakan bersamaan begitu pula warna kuning dan biru. Pada penggunaan warna menurut Bridger, R.S (1995) terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan warna pada pembuatan display, diantaranya:

Tabel 2.1    Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Warna pada Pembuatan Display

Kelebihan

Kekurangan

Tanda untuk data spesifik

Tidak bermanfaat bagi buta warna

Informasi lebih mudah diterima

Menyebabkan fatigue

Mengurangi tingkat kesalahan

Membingungkan

Lebih natural

Menimbulkan reaksi yang salah

Memberi dimensi lain

Informal

Penggunaan warna pada pembuatan display yang harus di perhatikan adalah arti penggunaan warna adalah sebagai berikut:

  1. Merah menunjukkan Larangan.
  2. Biru menunjukkan Petunjuk.
  3. Kuning menunjukkan Perhatian.

2.6       Prinsip – Prinsip Mendesain Visual display

Prinsip dalam mendesain suatu visual display. Berikut adalah prinsip-prinsip dalam mendesain visual display yaitu:

1. Proximity

Jarak terhadap susunan display yang disusun secara bersama-sama dan saling memiliki dapat membuat suatu perkiraan atau pernyataan.

2. Similarity

Item-item yang sama akan dikelompokkan bersama-sama (dalam konsep warna, bentuk dan ukuran) bahwa pada sebuah display tidak boleh menggunakan lebih dari 3 warna.

3. Symetry

Menjelaskan perancangan untuk memaksimalkan display artinya elemen-elemen dalam perancangan display akan lebih baik dalam bentuk simetrikal.

Antara tulisan dan gambar harus seimbang.

4. Continuity

Menjelaskan sistem perseptual mengekstrakan informasi kualitatif menjadi satu kesatuan yang utuh.

 

BAB III

METODE PENGAMBILAN DATA

 

 

3.1       Flowchart Pengambilan Data

            Metode pengambilan data digambarkan dengan menggunakan flowchart. Berikut ini adalah urutan kegiatan yang dilakukan dalam pengambilan data pembuatan video dengan flowchart:

 

 

Gambar 3.1 Flowchart Pengambilan Data

 

 

3.2       Penjelasan Flowchart Pengambilan Data

Display yang akan dibuat berupa video dan bertemakan tentang ergonomi. Langkah menentukan produk yang akan dibuat terdiri dari menentukan jenis display akan dibuat dan judul dari display yang akan dibuat. Setelah menentukan produk yang dibuat maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan alat dan bahan dalam pembuatan video yang terdiri dari alat tulis yang akan digunakan untuk membuat skema dari video yang akan dibuat dan kamera untuk merekam video yang akan dibuat.

 Langkah berikutnya yaitu membuat skema dari video yang akan dibuat. Melalui skema ini berisi tentang gambaran yang terdapat dalam video yang akan dibuat. Melalui skema video ini dapat terlihat jelas alur cerita dan inti pesan yang akan disampaikan melalui video ini.

Langkah berikutnya yaitu pembuatan video, pembuatan video menggunakan alat berupa kamera. Video ini dibuat berdasarkan skema yang telah dibuat. Jika video selesai dibuat maka langkah selanjutnya merapikan alat. Jika pembuatan video belum selesai maka langkah selanjutnya yang dilakukan yaitu kembali ke langkah pembuatan video sampai pembuatan video selesai dilakukan. Merapikan alat berarti merapikan seluruh alat dan bahan yang digunakan berupa alat tulis dan kamera.

           

3.3       Peralatan yang Digunakan

            Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan beberapa peralatan. Berikut ini adalah peralatan yang digunakan dan disertai dengan fungsinya.

  1. Alat tulis, untuk membuat skema dari video yang akan dibuat.
  2. Kamera, untuk merekam video yang dibuat.                     
  3. Helm, property yang digunakan pada saat pembuatan video.
  4. Sarung tangan, property yang digunakan pada saat pembuatan video.     

 

BAB IV

PEMBAHASAN DAN ANALISIS

 

 

4.1.      Pembahasan

Video adalah suatu display berisikan gambar-gambar atau rekaman kejadian yang  disesuaikan untuk memberikan informasi dan himbauan kepada pekerja. Perancangan video  ini memiliki tema yang berhubungan dengan ergonomi dan tema sosial. Video ini dirancang untuk menginformasikan kepada pekerja tentang manfaat ilmu ergonomi. Berikut ini pembahasan selanjutnya mengenai video yang dirancang.

4.1.1    Deskripsi  Skema Video

            Video yang bertemakan tentang ergonomi dan sosial bertujuan untuk memberikan himbauan kepada para pekerja bangunan yang tidak menggunakan perlengkapan keselamatan dalam bekerja dengan lengkap. Video ini menceritakan tentang suatu hari disebuah proyek pembangunan terdapat suatu aktivitas pada beberapa pekerja. Pekerja-pekerja tersebut tidak mementingkan keselamatannya dalam bekerja, khususnya pekerja dibagian  lapangan. Kasus kali ini membahas tentang kecelakaan kerja yang ditimbulkan akibat tidak menggunakan sarung tangan pada saat bekerja (mengangkat bahan bangunan), sehingga pekerja tersebut mengalami cedera pada bagian tangannya yang diakibatkan banyaknya jumlah bahan yang di angkut. Kasus selanjutnya sama hanya pada pekerja kedua tidak menggunakan helm saat bekerja, sehingga cedera atau luka memar yang dialami pekerja tersebut saat tertimpa peralatan bangunan cukup parah  dibandingkan apabila pekerja tersebut menggunakan helm atau perlengkapan lainnya dengan safety. Pimpinan proyek memberikan peringatan agar para pekerjanya  tetap menggunakan perlengkapan secara lengkap saat bekerja sehingga keselamatannya tetap terjamin.

            Keesokan harinya pekerja memakai perlengkapan keselamatan kerja dengan lengkap. Ketika peristiwa yang mirip terjadi lagi pada dirinya, maka bagian kepala dan tangan pekerja tetap aman dari benturan peralatan maupun mengangkut bahan-bahan lainnya.  

4.1.2    Proses Pembuatan Display

             Proses pengerjaan video ini dikerjakan di proyek bagunan dengan menggunakan alat bantu kamera dan perlengkapan yang digunakan pada saat bekerja. Proses kerja tersebut melibatkan 5 anggota pada kelompok 4 yang terdiri dari Carolus spinola sebagai operator 1 , Didi priatna sebagai operator 2, Eflizarty azzahra  R sebagai operator 3 , Iman nurrohim sebagai operator 4 dan Chuwairul M.H sebagai operator 5. Pembuatan video dilakukan pada siang hari menjelang sore pada pembuatan video ini dimasukan juga tulisan yang menjadi tema dari video ini yaitu “HINDARI DIRI DARI BAHAYA DENGAN MENGGUNAKAN PERLENGKAPAN KESELAMATAN KERJA”. Ukuran tulisan ini berdasarkan jarak pandang sejauh 3 meter. Penggunaan jarak pandang 8 meter adalah asumsi kelompok 4 karena jarak ideal menonton televisi dengan jelas adalah 8 meter jika terlalu jauh maka penonton kurang terlalu jelas akan apa yang penonton lihat. Berikut ini adalah perhitungan antara tulisan tema dari video ini :

a. Tinggi huruf / angka dalam mm (H) =

                                                            = 

                                                            =  40 mm

b. Lebar huruf besar                = 2/3 . H 

= 2/3 x 40 = 26,67 mm

c. Lebar huruf kecil                 = 2/3 . h   

= 2/3 x 26,67 = 17,78 mm

d. Tebal huruf besar                = 1/6 . H  

= 1/6 x 40  = 6,67 mm

e. Tebal huruf kecil                 = 1/6 . h   

= 1/6 x 17,78 = 2,96 mm

f. Tinggi huruf kecil (h)           = 2/3 . h

= 2/3 x 40  = 26,67 mm

g. Jarak antar huruf & angka  = 1/5 . H

= 1/5 x 40  = 8 mm

h. Jarak antara 2 huruf            = 1/4 . H

= 1/4 x 40  = 10 mm

  1. Jarak antara 2 baris             = 2/3 . H

= 2/3 x 40 = 26,67 mm        

Ukuran huruf diperoleh berdasarkan perhitungan dengan jarak pandang sejauh 8 m. Ukuran tinggi huruf atau angka dalam mm (H) sebesar 40 mm, lebar huruf besar sebesar 26.67 mm, lebar huruf kecil sebesar 17.78 mm, tebal huruf besar sebesar 4.16 mm, tebal huruf kecil sebesar 2.96 mm, serta tinggi huruf kecil (h) sebesar 26.67 mm. Jarak antara huruf dan angka sebesar 8 mm, jarak antara 2 huruf sebesar 10 mm, serta jarak antara 2 baris sebesar 26.67 mm. berikut ini adalah contoh penulisannya:

4.2.      Analisis

Analisis dari video yang dirancang ditujukan untuk memperjelas pembahasan yang telah dilakukan. Analisis dalam pembuatan laporan modul display ini meliputi analisis prinsip dan tipe display, serta analisis kelebihan dan kekurangan video yang dirancang. Berikut ini adalah penjelasannya.

4.2.1    Analisis Prinsip dan Tipe Display

Prinsip-prinsip yang digunakan dalam perancangan video ini adalah proximity, symetry, serta continuity. Prinsip proximity yaitu video dapat dimengerti walaupun hanya sepintas dilihat dari isi pesannya. Prinsip symmetry pada video ditunjukkan dari penggunaan gambar dan tulisan yang seimbang. Prinsip terakhir yang digunakan dalam perancangan video ini adalah continuity, yaitu display yang dibuat merupakan satu kesatuan yang utuh antara informasi pesa.n yang disampaikan oleh gambar dengan informasi pesan yang disampaikanmelalui tulisan. Prinsip similarity tidak digunakan dalam perancangan video ini. Apabila prinsip ini digunakan maka video yang dibuat menjadi tidak menarik, karena dalam prinsip ini hanya boleh digunakan tiga kombinasi warna. Hal ini juga bertentangan dengan syarat-syarat perancangan video yang baik, yaitu menggunakan warna-warna yang menarik.Video ini berdasarkan lingkungan termasuk dalam tipe display statis karena memberikan informasi tidak berdasarkan waktu. Video yang dibuat iniberdasarkan tujuannya termasuk dalam tipe display khusus, Video ini termasuk display khusus karena video ini hanya ditujukan kepada para pekerja bangunan  Berdasarkan informasi yang disampaikan, video ini termasuk tipe display kualitatif karena informasi yang disampaikan tersebut tidak berbentuk data numerik. Berdasarkan panca indera, video yang dirancang termasuk dalam visual display dan auditory display, karena dapat dilihat oleh panca indera mata dan telinga.

4.2.2    Analisis Ukuran dan Warna

Ukuran tuliasan yang digunakan pada video yang bertemakan ergonomi didapatkan setelah melakukan perhitungan berdasarkan rumus yang ada. Video yang telah dibuat ingin dapat dilihat dari jarak penglihatan 8 meter sehingga tinggi huruf (H) sebesar 40 mm. Tinggi huruf kecil, tebal huruf jarak antara 2 kata dan lebar huruf besar adalah 26,67 mm. Sedangkan tebal huruf besar 6,67 mm, tebal huruf kecil 2,96 mm dan jarak antara 2 huruf sebesar 10 mm. Kemudian jarak antara huruf dan angka sebesar 8 mm sedangkan lebar huruf kecil 17,78 mm. Karena dalam skema video yang dibuat hanya terdapat huruf dan tidak menggunakan angka kemudian hanya menggunakan huruf besar maka perhitungan yang diaplikasi terhadap video ini yaitu tinggi huruf (H), tebal huruf besar, jarak antara 2 huruf, jarak antara 2 kata dan lebar huruf besar. Secara keseluruhan, pada tulisan video yang bertemakan ergonomi ini tidak mengandung prinsip similarity yang berarti tidak boleh menggunakan lebih dari tiga warna. Hal tersebut dilakukan karena video yang dibuat berusaha menarik perhatian para penontonnya. Salah satu caranya adalah dengan penggunaan warna yang bermacam-macam tetapi tidak berlebihan.

4.2.3    Analisis Kelebihan dan Kekurangan

Video yang dirancang ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari  video ini adalah dapat memberikan informasi bagi pekerja mengenai pesan ergonomi bagaimana pentingnya menggunakan perlengkapan keselamatan kerja di lingkungan kerja, contohnya perlengkapan pada video ini dengan menggunakan helm dan sarung tangan  pada saat bekerja. Hal tersebut berguna untuk menjaga keselamatan pekerja dari resiko kecelakaan pada saat bekerja, melindungi bagian kepala dan tangan. Melalui video ini informasi dapat diberikan dengan jelas kepada para pekerjanya. 

 

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

 

 

5.1       Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang telah dibuat dapat disimpulkan beberapa kesimpulan yang akan menjawab tujuan dari penulisan laporan akhir ini. Kesimpulan dari modul display adalah sebagai berikut:

  1. Tipe-tipe yang digunakan dalam pembuatan display, yaitu tipe Video yang pertama termasuk display khusus, display kualitatif Dan berdasarkan panca indera, video yang dirancang termasuk dalam visual display dan auditory display.
  2. 2.      Prinsip-prinsip yang digunakan, yaitu Prinsip proximity, prinsip symmetry, prinsip         continuity, dan prinsip similarity.
    1. Video yang dirancang ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari  video ini adalah dapat memberikan informasi bagi pekerja mengenai pesan ergonomi bagaimana pentingnya menggunakan perlengkapan keselamatan kerja di lingkungan kerja, contohnya perlengkapan pada video ini dengan menggunakan helm dan sarung tangan pada saat bekerja. Hal tersebut berguna untuk menjaga keselamatan pekerja dari resiko kecelakaan pada saat bekerja dan melindungi bagian kepala dan tangan.
    2. Tinggi huruf atau angka 40 mm, lebar huruf besar 26,67 mm, lebar huruf kecil 17,78 mm, tebal huruf besar 6,67 mm, tebal huruf kecil 2,96 mm, tinggi huruf kecil 26,67 mm, jarak antar huruf dan angka 8 mm, jarak antara 2 huruf 10 mm, dan jarak antara 2 baris 26,67 mm.

5.2       Saran

            Menyadari bahwa laporan akhir ini tidak luput dari kekurangan, untuk pembuatan video harus lebih di dalami maksud dari pembuatan dan konsep pembuatan display harus mampu dapat memberikan arti yang jelas, agar pesan yang disampaikan bias dimengerti.

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Sutalaksana, Iftikar Z. Teknik Tata Cara Kerja. Bandung : Institut Teknologi Bandung, 1979.

Nurmianto, Eko. Ergonomi, Konsep Dasar dan Aplikasinya. Surabaya: Guna Widya 1991.

http://wikipedia.com/organisasi.org/definisi-pengertian-Display-kegunaan-display-display-secara-lengkap.search/tahun 2011.

 
Leave a comment

Posted by on March 20, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: