RSS

Laporan Akhir Sistem Rangka dan Otot

20 Mar

ABSTRAKSI

Carolus Spinola A. E. P.(32409884), Chuwairul Muchazis(35409636), Didi Priatna(35409740), Eflizarty Azahra R.(32409234), Iman Nurrohim (32409807).

SISTEM RANGKA DAN OTOT MANUSIA

Laporan Akhir, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma, 2011.

Kata Kunci : Sistem Rangka dan Otot, Operator, Keluhan.

Manusia terkadang memberikan beban berlebih pada tubuhnya dalam melakukan setiap pekerjaannya. Akibat dari beban berlebih yang diberikan pada sistem rangka dan otot manusia ini yang dapat menyebabkan gangguan pada manusia. Gangguan yang dapat terjadi yaitu berupa rasa sakit dibeberapa anggota tubuh yang diberikan beban. Hal ini menyebabkan kemampuan kerja dari manusia menjadi menurun. Pada modul sistem rangka dan otot manusia ini, pengamatan dilakukan terhadap empat orang pemanggul sayur. Pengamatan dilakukan pada pemanggul sayur karena pekerjaan yang dilakukan memberikan beban yang berat pada tubuh pemanggul sayur.

Pengamatan dilakukan terhadap empat orang pemanggul sayur. Pemanggul sayur  masing-masing melakukan pekerjaannya dan direkam melalui video untuk melihat proses pengerjaan mulai dari mengangkat sampai meletakan karung yang diangkutnya. Kuisioner juga diberikan kepada operator untuk mengetahui keluhan-keluhan yang dialami operator.

Keluhan-keluhan yang sering terjadi pada keempat operator yaitu pada opertator yang pertama dan kedua, keluhan terjadi pada bagian leher, bahu kanan, pergelangan tangan. Pada opertator yang ketiga dan keempat, keluhan terjadi pada bagian leher, pergelangan kaki , pergelangan tangan. Posisi tubuh yang baik saat melakukan pekerjaan untuk mengurangi keluhan-keluhan yang dirasakan keempat operator adalah saat mengangkat karung sayur sebaiknya menggunakan alat bantu, mengangkat beban dengan bahu kanan dan melakukan pengurangan beban yang diankut agar tidak terjadinya keluhan-keluhan, rasa sakit atau cedera pada bagian tubuh pekerja serta tidak berpotensi terjadinya penyakit untuk jangka panjang. Beberapa penyakit yang dapat menyerang operator setelah melakukan pekerjaannya. Penyakit yang dapat berpotensi terjadi pada operator pertama yaitu kifosis dan frozen shoulder. Penyakit yang berpeluang terjadi pada operator yang kedua yaitu kifosis, osteonekrosis. Penyakit yang berpeluang terjadi pada operator yang ketiga yaitu frozen shoulder. Penyakit yang berpeluang terjadi pada operator yang keempat yaitu osteoartritis, frozen shoulder.

Daftar Pustaka (1989 – 2003)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang

Manusia terkadang memberikan beban berlebih pada tubuhnya dalam melakukan setiap pekerjaannya. Akibat dari beban berlebih yang diberikan pada sistem rangka dan otot manusia ini yang dapat menyebabkan gangguan pada manusia. Gangguan yang dapat terjadi yaitu berupa rasa sakit dibeberapa anggota tubuh yang diberikan beban. Hal ini menyebabkan kemampuan kerja dari manusia menjadi menurun.

Diperlukan cara untuk mengurangi gangguan pada tubuh manusia ini yaitu dengan mempelajari ilmu sistem rangka dan otot manusia. Dalam ilmu sistem rangka dan otot manusia mempelajari tentang cara kerja dari rangka dan otot manusia sehingga dapat diketahui penyebab rasa sakit atau gangguan yang terjadi manusia serta dapat dilakukan perbaikan dari pekerjaan yang dilakukan manusia agar gangguan berupa rasa sakit pada bagian tubuh yang diberi beban tidak terjadi dan mengganggu pekerjaan dari manusia itu.

Modul sistem rangka dan otot manusia ini, pengamatan dilakukan terhadap empat orang pemanggul dengan posisi bekerja berdiri dan mengangkat beban berupa sayuran. Pengamatan dilakukan pada pemanggul sayur karena pekerjaan yang dilakukan memberikan beban yang berat pada tubuh pemanggul sayur. Ketika pekerjaan dilakukan dengan cara yang salah maka akibatnya akan menyebabkan rasa sakit pada bagian tubuh dari pemanggul sayur tersebut. Melalui hasil penelitian ini dapat diketahui bagian tubuh yang sakit berdasarkan keluhan dari keempat pemanggul sayur yang diamati.

1.2              Perumusan Masalah

Perumusan masalah yang ada pada laporan akhir ini adalah bagaimana posisi kerja yang baik untuk mengurangi keluhan dari keempat pemanggul sayur. Bagian manakah dari tubuh keempat pemanggul sayur yang memiliki peluang terserang penyakit dan apakah penyakit yang dapat menyerang operator setelah melakukan pekerjaan sebagai pemanggul sayur.

1.3              Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah diperlukan agar pembahasan tidak menyimpang dari materi sistem rangka dan otot manusia. Berikut ini adalah pembatasan yang diperlukan untuk membatasi masalah-masalah tersebut:

  1. Pengambilan data dilakukan di Pasar Setu pada hari Rabu, 2 November 2011 pukul 02.30 sampai 03.30 WIB.
  2. Keempat operator merupakan pemanggul sayur.
  3. Data yang diambil adalah berat badan, lama waktu bekerja, umur, dan keluhan yang dirasakan operator.
  4. Berat beban yang diangkat keempat operator sebesar 50 kg.
  5. Data diambil dari empat orang operator.
  6. Pengamatan dilakukan dengan mengisi kuisioner body map dan video dari keempat operator yang sedang bekerja.

 

1.4              Tujuan Penulisan

Ada beberapa tujuan dari penulisan pada modul sistem rangka dan otot manusia. Berikut ini adalah tujuan dari penulisannya:

1.    Mengetahui keluhan-keluhan yang sering terjadi pada keempat operator.

2.    Mengetahui posisi tubuh yang baik saat melakukan pekerjaan untuk mengurangi keluhan-keluhan yang dirasakan keempat operator.

3.    Mengetahui penyakit yang dapat menyerang operator setelah melakukan pekerjaannya.

1.5        Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan berguna untuk mempermudah pembaca memahami pembahasan dan dapat menarik kesimpulan. Pada laporan akhir analisis perancangan kerja dan ergonomi 2 ini dilakukan pengelompokan penulisan kedalam lima bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut:

BAB I      PENDAHULUAN

Berisi mengenai latar belakang, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan praktikum, dan sistematika penulisan. Penulisan pada pendahuluan untuk mengetahui apa saja yang ingin dibahas mengenai modul sistem rangka dan otot manusia.

BAB II    LANDASAN TEORI

Menerangkan mengenai tinjuan pustaka bahwa penulisan Laporan Akhir Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi 2 tentang sistem rangka dan otot manusia. Penulisan dalam landasan teori yaitu sebagai informasi yang mempermudah pemahaman dan pengertian yang membahas sistem rangka dan otot manusia.

BAB III   METODE PENGAMBILAN DATA

Metode pengambilan data yang menerangkan dalam menerapkan skema pengambilan data pada modul sistem rangka dan otot manusia. Metode pengambilan data ini menjelaskan juga mengenai alat dan data-data kuisioner yang digunakan pada modul sistem rangka dan otot manusia.

BAB IV   PEMBAHASAN DAN ANALISIS

Berisi tentang pembahasan dari data hasil pengamatan. Selain itu juga berisi analisa dari data pengamatannya.

BAB V    KESIMPULAN DAN SARAN

Bab V berisi kesimpulan dari pembahasan dan analisis yang telah dilakukan pada bab sebelumnya. Bab ini juga berisi saran yang ditunjukan bagi laporan akhir serta pelaksanaan Praktikum Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi 2 selanjutnya agar dapat berjalan lebih baik lagi.

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1.    Pengertian Sistem Rangka Manusia

Sistem adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menyimpan bahan mineral, tempat pembentukan sel darah, tempat melekatnya otot rangka, melindungi tubuh yang lunak dan menunjang tubuh. Terdiri dari tengkorak, tulang rusuk, tulang belakang, rangka penopang tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul, tulang angota badan atas dan bawah. Organ adalah kumpulan dari beberapa jaringan untuk melakukan fungsi tertentu di dalam tubuh sedangkan sistem tubuh adalah gabungan dari organ-organ tubuh yang menjalankan fungsi tertentu. Secara garis besar, rangka manusia dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial dan rangka apendikuler.

  1. Rangka Aksial

Rangka aksial terdiri dari tulang belakang, tulang tengkorak dan tulang rusuk. Lebih mendalam mengenai tulang-tulang dalam sistem rangka.

  1. Rangka Apendikuler

Rangka Apendikuler terdiri atas pinggul, bahu, telapak tangan, tulang-tulang lengan, tungkai, dan telapak kaki. Secara umum, rangka Apendikuler menyusuun alat gerak, yaitu tangan dan kaki yang dibedakan atas rangka bagian atas dan rangka bagian bawah.

(Sumber: Tulang rangka Apendikuler bagian atas dan bawah terdiri atas beberapa jumlah tulang.http://www.crayonpedia.org/mw/1).

2.1.1    Fungsi Rangka Tubuh Manusia

Kerangka manusia tersusun dari tulang-tulang, baik tulang yang panjang maupun tulang pendek. Fungsi kerangka bagi manusia diantaranya adalah :

  1. Untuk memberikan bentuk keseluruhan bagi tubuh
  2. Menjaga agar organ tubuh tetap berada di tempatnya
  3. Melindungi organ-organ tubuh seperti otak, jantung, dan paru-paru
  4. Untuk bergerak ketika dikehendaki otot
  5. Menghasilkan sel darah di dalam sumsum tulang.

Gambar 2.1  Sistem Kerangka

(Sumber: Tulang rangka Apendikuler bagian atas dan bawah terdiri atas beberapa jumlah tulang.http://www.crayonpedia.org/mw/1).

2.1.2    Kerangka Aksial

Tengkorak adalah tulang kerangka kepala yang disusun berdasarkan kegunaan dan berfungsi maka akan menjadi 2 bagian yaitu (Nurmianto, 2003). Berikut ini adalah susunan bagian-bagian dari tulang tengkorak :

Gambar 2.2 Tulang Tengkorak

  1. Tulang Kranium (Kalvaria) terdiri dari 8 tulang
    1. Os frontal : tulang dahi yang terletak di bagian depan kepala
    2. Os padetal : tulang ubun-ubun yang terletak dibagian tengah kepala
    3. Os oksipital : tulang kepala belakang
    4. Os sfenoidal : tulang baji yang terletak dibagian tengah tengkorak
    5. Os etmoidal : tulang lapis yang terletak disebelah depan Os sfenoidal
    6. Os temporal : tulang pelipis terdapat di bagian kiri dan kanan samping Kepala
  2. Kerangka wajah terdiri dari 14 tulang, dari tengkorak yang tersusun  secara sistematis dan secara terurut yaitu :
    1. 2 tulang hidung membentuk lengkung hidung
    2. 2 tulang palatum membentuk atap mulut dan dasar hidung
    3. 2 tulang  lakrimalis (tulang air mata) membentuk saluran air mata dan bagian dari tulang rongga mata pada sudut dalam rongga mata.
    4. 2 tulang zigomatikus (tulang lengkung pipi)
    5. 1 tulang women (tulang pisu luka)
    6. 2 tulang tubinatum inferior (kerang hidung bawah)
    7. 2 tulang maxila membentuk rahang atas dan memuat gigi atas
    8. 2 tulang mandibula membentuk rahang bawah dan memuat gigi bawah

Tulang belakang adalah sebuah struktur lentur yang dibentuk oleh sejumlah tulang yang disebut  vertebra atau ruas tulang belakang. Seluruhnya terdapat 33 buah ruas tulang belakang (Nurmianto, 2003). Vertebra  dikelompokkan dan dinamai sesuai dengan daerah yang ditempatinya, yaitu:

  1. 7 vertebra servikal : ruas tulang bagian leher membentuk tengkuk
  2. 12 vertebra torakalis : ruas tulang punggung membentuk bagian belakang atau toraks dada
  3. 5 vertebra lumbalis : ruas tulang pinggang membentuk daerah pinggang DII-3
  4. 5 vertebra sarkalis : ruas tulang kelangkang membentuk sakrum (tulang kelangkang)
  5. 4 vertebra kosigeus : ruas tulang tungging membentuk tulang koksigeus (tulang tungging)

Kerangka dibentuk oleh susunan tulang-tulang yang dapat melindungi dan

menjaga rongga. Berikut ini adalah susuna tulang yang melindungi rongga  dada

yang terdiri dari (Nurmianto, 2003).

  1. Tulang dada (sternum) banyaknya, terdiri atas 3 bagian :
    1. Manubrium sterni, bagian tulang dada sebelah atas yang membentuk
    2. persendian dengan tulang selangka (klavikula) dan tulang iga
    3. Korpus sterni, bagian terbesar dari tulang dada dan membentuk persendian
    4. dengan tulang-tulang iga
    5. Prosesus xipoid, bagian ujung dari tulang dada dan pada bayi masih berbentuk tulang rawan.
  2. Tulang rusuk berjumlah 12 pasang, bagian depan berhubungan dengan tulang dada dengan perantaraan tulang rawan, bagian belakang berhubungan dengan ruas-ruas  vertebra torakalis yang memungkinkan tulang iga dapat bergerak kembang kempis menurut irama pernapasan (Suradi dkk, 1989). Tulang iga terbagi atas 3 macam, yaitu :

Gambar 2.3 Tulang Rusuk

  1. 7 pasang tulang sejati (Os kosta vera). Bagian depan tulang ini menempel pada tulang dada, sedangkan bagian belakang menempel pada ruas-ruas tulang punggung.
  2. 3 pasang tulang rusuk palsu (Os kosta spuria). Bagian belakang tulang ini menempel pada ruas tulang punggung, sedangkan bagian depannya menempel pada tulang rusuk diatasnya
  3. 2 pasang tulang rusuk melayang (Os kosta fluitantes). Bagian belakang tulang ini menempel pada ruas-ruas tulang punggung, sedangkan bagian depannya tidak menempel pada tulang lain.
  4. Vertebra torakalis banyaknya 12 buah ruas

2.1.3    Kerangka Appendikuler

Kerangka anggota gerak atas, dikaitkan pada kerangka badan dengan perantaraan gelang bahu, yang terdiri dari tulang selangka dan tulang belikat (Nurmianto, 2003). Tulang-tulang yang membentuk kerangka lengan, lengan bawah dan tapak tangan seluruhnya berjumlah 30 buah tulang yang terdiri:

  1. Humerus                     : tulang lengan atas
  2. Ulna dan radius          : tulang hasta dan tulang pengumpil
  3. 8 tulang karpal            : tulang pangkal lengan
  4. 5 tulang metakarpal    : tulang tapak tangan
  5. 14 falanx                     : ruas jari tangan

Kerangka anggota gerak bawah atau tulang dari  extremitas bawah,

dikaitkan kepada batang tubuh dengan perantaraan gelang panggul. Anggota

gerak bawah terdiri atas 31 tulang.

 

2.1.4    Sambungan Kerangka

Tulang yang besar dan panjang selalu mempunyai bentuk berlubang yang berfungsi untuk memberikan perbandingan yang seimbang terhadap beban yang terjadi pada tulang tersebut. Bentuk tulang juga telah mengalami evolusi dalam perkembangannya untuk tempat melekatnya otot (Nurmianto, 2003). Tubuh manusia tidak akan mempunyai bentuk yang indah tanpa peran serta tulang belulang ini. Sebaliknya, tulang pun juga tidak akan  berdiri tegak tanpa peran serta otot, ligamen dan cartilage yang mengkombinasi dan memegang sambungan tulang secara bersamaan

  1. Sambungan Cartilagenous (Cartilagenous joint)

Sambungan yang berfungsi untuk pergerakan yang relatif kecil, seperti sambungan antara tulang iga dan pangkal tulang iga. Terdapat pula sambungan  cartilagenous khusus diantara  vertebra  (ruas-ruas tulang belakang) yang dikenal sebagai intervertebral discs yang terdiri dari pembungkus intervertebral disc  yang dikelilingi oleh inti  intervertebral disc. Disc tersebut berfungsi sebagai peredaran getaran pada saat manusia bergerak baik translasi maupun rotasi.

  1. Sambungan Synovial (Synovial joints)

Sambungan yang terdapat paling banyak pada tangan dan kaki dan berfungsi untuk pergerakan/perputaran bebas, walaupun tangan dan kaki tersebut amat  terbatas pergerakannya. Misalnya arah dan rentang gerakannya.

  1. Ligamen

Ligamen adalah tisu berfiber yang menyambungkan dua atau lebih tulang atau rawan yang boleh bergerak. Ligamen memberi sokongan dan kekuatan kepada sendi. Berfungsi untuk membentuk bagian sambungan dan menempel pada tulang. Ligamen juga berfungsi untuk mencegah adanya dislokasi dan sekaligus berfungsi untuk membatasi rentang gerakan. Hal tersebut disebabkan sifat ligamen yang tidak elastis dan dapat meregang dibawah gaya regang tertentu.

  1. Sendi

Sendi adalah tempat pertemuan dua tulang yang bersebelahan. Terdapat tiga jenis sendi pada manusia yaitu sendi tanpa gerak sendi yang mempunyai gerakan  terhad dan sendi yang boleh bergerak bebas.

2.2.      Otot (Muscle)

Bagian  otot yang dibahas adalah otot striatik (Striated Muscle) yaitu otot sadar dengan megabaikan otot  cardiac dan  viseral yaitu otot tak sadar. Otot terbentuk atas serabut yang berukuran 0.01 sampai 0.1 mm. Serabut otot bervariasi antara satu otot dengan yang lainnya. Beberapa diantaranya mempunyai gerakan yang lebih cepat dari yang lainnya dan hal ini terjadi pada otot yang dipakai untuk mempertahankan kontraksi badan seperti misalnya otot pembentuk postur tubuh. Otot yang pucat adalah menggambarkan kontraksi otot yang cepat. Perbandingan antara otot merah dan otot putih adalah merupakan indikasi untuk menunjukkan daya potensial bagi para olahragawan. Beberapa jenis otot disebut  fiksator karena berfungsi sebagai pemberi keseimbangan pada saat melakukan suatu gerakan, dan sinergis karena berfungsi untuk mengontrol sambungan-sambungan sehingga memungkinkan suatu gerakan berjalan secara efisien. Suatu hal yang penting bagi para ergonom untuk mengetahui jenis otot yang sesuai untuk menopang beban statis. Beban statis yang terjadi  pada semua otot harus diminimumkan. Gaya yang digunakan untuk kontraksi otot adalah sebanding dengan penampang melintangnya. Pelatihan yang cukup akan dapat meningkatkan luasan penampang melintang dari serabut otot, tanpa meningkatkan jumlah serabut ototnya (Nurmianto, 2003).

2.2.1    Gangguan Pada Otot

Otot berfungsi sebagi alat gerak penyokong tubuh dan membantu homeostatis. Sebagia alat gerak aktif, otot mempunyai tiga kemampuan, yaitu kontrabilitas  (kemampuan untuk memendek atau berkontraksi),  ekstensibilitas (kemampuan untuk memanjang atau relaksasi), dan elastisitas (kemampuan untuk kembali atau keadaan semula). Gangguan pada otot dapat terjadi dan gangguanya sebagai berikut:

  1. Distrofi, yaitu penyakit otot bersifat menurun yang ditandai dengan tidak

adanya selaput pembungkus otot.

  1. Tetanus (kejang otot), yaitu pengejangan otot karena berkontraksi secara

terus-menerus sehingga organ yang terkena menjadi tidak dapat berfungsi.

  1. Atrofi, yaitu otot tidak dapat digerakan karena terjadi penyusutan ukuran otot
  2. Akibat telah tidak digunakan, misalnya pada kasus kelumpuhan.

 

2.2.2    Kelainan Pada Otot Manusia

Otot manusia akan mengalami kelainan akibat aktivitas yang dilakukan. Beberapa kelainan yang terjadi pada otot  manusia, antara lain  kejang otot, keseleo, nyeri otot, miastenia gravis, dan polio keteranganya sebagai berikut:

  1. Kejang Otot

Kejang otot (kram) disebabkan ketegangan otot manusia yang sangat kuat. Hal ini dapat terjadi karena cuaca dingin, aktivitas otot terlalu berat, serta tidak seimbangnya air dan ion di dalam tubuh. Gejala yang di timbulkan adalah rasa nyeri dan tidak sakit yang luar biasa. Beberapa cara yang dapat di lakukan untuk mencegah terjadinya kejang otot adalah rileks dan menjaga agar otot tidak terlalu lelah.

  1. Keseleo

Keseleo terjadi karena tertariknya otot atau tendon di daerah persendian. Maka bila terlalu keras, tarikan ini dapat menyebabkan putusnya tendon atau otot. Beberapa cara untuk mencegah terjadinya keseleo adalah dengan cara lebih hatihati ketika pada saat beraktivitas.

  1. Nyeri Otot

Terjepitnya pembulu darah atau ujung saraf dapat meninbulkan rasa  nyeri terutama pada otot. Rasa nyeri otot timbul karena aliran darah terhambat. Nyeri ini sering dirasakan oleh orang berusia lanjut dan ada kecenderungan kambuh pada cuaca dingin. Nyeri otot dapat dicegah dengan banyak mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga teratur, dan bila otot masih terasa nyeri dan dapat dilakukan pemijatan ringan atau menggosoknya dengan minyak gosok.

  1. Miastenia Gravis

Miastenia gravis merupakan penyakit yang menyebabkan otot menjadi melemah dan cenderung lumpuh. Penyakit tersebut menyerang otot-otot di sekitar kelopak mata, muka, leher, dan anggota gerak.

  1. Polio

Inveksi virus yang menyerang pada saraf otot pengendali disebut polio. Polio dapat disebabkan mengecilnya kaki sehingga penderita menjadi lumpuh. Ciri-ciri orang yang terkena virus polio adalah panas tinggi dan kejang-kejang. Penyakit ini dapat dicegah dengan memberikan imunisasi polio pada saat usia balita secara rutin.

2.3.      Tulang

Menurut bahan pembentuknya, tulang dapat dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras. Tulang rawan bersifat lentur, tersusun atas sel-sel tulang rawan (Kondrosit) yang mensekresikan matriks (Kondrin) berupa hialin atau kolagen. Rawan pada anak berasal dari mesenkim dengan kandungan kondrosit lebih banyak dari kondrin. Sebaliknya, pada orang dewasa kondrin lebih banyak dan rawan ini berasal dari selaput tulang rawan (Perikondrium) yang banyak mengandung Kondroblas (pembentuk kondrosit). Rawan pada dewasa antara lain terdapat pada cincin batang tenggorokan dan daun telinga. Pembentukan tulang keras berawal dari kartilago (berasal dari mesenkim). Kartilago memiliki rongga yang akan terisi oleh Ostoeblas (sel-sel pembentuk tulang).

Tulang-tulang pada manusia membentuk rangka yang berfungsi untuk memberikan bentuk tubuh, melindungi alat tubuh yang vital, menahan dan menegakkan tubuh, tempat pelekatan otot, tempat menyimpan zat kapur, dan tempat pembentukan darah. Kelainan dan gangguan pada tulang dapat menggangu proses gerakan yang normal. Kelaianan dan gangguan ini dapat terjadi karena kekurangan vitamin D, penyakit, kecelakaan, atau karena kebiasaan yang salah dalam waktu yang lama.

Osteoblas membentuk osteosit (sel-sel tulang). Setiap satuan sel-sel tulang akan melingkari pembuluh darah dan serabut saraf membentuk sistem haveres. Matriks akan mengeluarkan kapur dan fosfor yang menyebabkan tulang menjadi keras.Proses pengerasan tulang disebut penulangan. Jenis osifikasi adalah desmal  dan kondral. Kondral meliputi perikondraldan enkondral.

(Sumber: http://www.itsfetriyannorrahman.co.cc/2010/02/pengertian-tulang.html).

2.3.1    Jenis-Jenis Tulang

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, tulang disebut sebagai alat gerak pasif yang digerakkan oleh otot. Akan tetapi, tulang tetap mempunyai peranan penting karena gerak tidak akan terajadi tanpa tulang. Ada dua macam tulang berdasarkan jaringan penyusunnya dan sifat fisisknya yaitu :

  1. Tulang rawan

Tulang rawan tersusun dari sel-sel tulang rawan, ruang antar sel tulang rawan banyak mengandung zat perekat dan sedikit zat kapur, bersifat lentur.Tulang rawan banyak terdapat pada tulang anak kecil dan pada orang dewasa banyak terdapat pada ujung tulang rusuk, laring, trakea, bronkus, hidung, telinga, antara ruas-ruas tulang belakang. Mengapa bila anak-anak mengalami patah tulang, cepat menyambung kembali. Hal ini dikarenakan pada anak-anak masih banyak memiliki tulang rawan, sehingga bila patah mudah menyambung kembali. Proses perubahan tulang rawan menjadi tulang keras.

  1. Tulang keras

Tulang keras dibentuk oleh sel pembentuk tulang ruang antar sel tulang keras banyak mengandung zat kapur, sedikit zat perekat, bersifat keras. Zat kapur tersebut dalam bentuk kalsium karbonat (CaCO3) dan kalsium fosfat (Ca(PO4)2 yang diperoleh atau dibawa oleh darah. Dalam tulang keras terdapat saluran havers yang didalamnya terdapat pembuluh darah yang berfungsi mengatur kehidupan sel tulang. Tulang keras berfungsi untuk menyusun sistem. Contoh tulang keras:

  1. tulang paha
  2. tulang lengan
  3. tulang betis
  4. tulang selangka

(Sumber: www.itsfetriyannorrahman.co.cc/2010/02/pengertian-tulang.html).

2.3.2    Bentuk-Bentuk Tulang

Tulang mempunyai beberapa bentuk-bentuk tulang menurut fisiknya. Berikut bentuk-bentuk tulang dari beberapa bentuk tulang menurut fisiknya.

  1. Tulang pipa

Tulang pipa berbentuk tabung dan pada umumnya berongga. Diujung tulang pipa terjadi perluasan yang berfungsu untuk berhubungan dengan tulang lain. Contoh tulang betis, tulang kering, tulang hasta, dan tulang pengumpil. Tulang pipa terbagi menjadi tiga bagian yaitu bagian tengah disebut diaifis, bagian ujung disebut epifisis, dan antara apifisis dan diafisis disebut cakra epifisis. Pada anak-anak, cakra epifisis berupa  kartilago yang mengandung osteoblas, dan pada orang dewasa yang sudah  bertambah tinggi lagi, cakra epifisis sudah menulang. Osteoblas menempati rongga yang disebut sumsum tulang. Bentuknya bulat, panjangdan tengahnya berongga Contohnya : tulang paha, tulang lengan atas, tulang jari tangan Berfungsi sebagai tempat pembentukan  sel darah merah

  1. Tulang pipih

Tulang pipih tersususn atas dua lempengan tulang kompak dan tulang spons yang didalamnya terdapat tulang sumsum. Kebanyakan tulang pipih menyusun dinding rongga, sehingga sering rongga berfungsi sebagai pelindung atau untuk memperkuat. Contoh tulang rusuk, tulang ikat, dan tulang tengkorak.Bentuknya pipih ( gepeng ) Contohnya: tulang belikat, tulang dada, tulang rusuk Berfungsi sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih.

  1. Tulang pendek

Tulang pendek berbentuk kubus dan hanya ditemukan pada pangkal kaki, pangkal lengan, dan ruas-ruas tulang belakang. Bentuknya pendek dan bulat Contohnya: ruas ruas tulang belakang, tulang pergelangan tangan tulang pergelangan kaki Berfungsi  sebagai tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih.

(Sumber: blog.re.or.id/search/pengertian+tulang).

BAB III

PENGUMPULAN DATA

3.1.      Deskripsi Pengambilan Data

Metode pengambilan data yang dilakukan oleh empat orang operator untuk mengetahui efek yang akan ditimbulkan pada bagian tubuh manusia terutama rangka dan otot setelah melakukan pekerjaan. Pengambilan data dilakukan dengan cara memberikan kuisioner untuk empat operator yang berisi tentang mengetahui keadaan tubuh manusia, terutama sistem rangka dan otot yang mengalami sakit setelah melakukan aktivitas kerja. Sebelum melakukan pengambilan data, praktikan harus memilih seorang operator untuk melakukan kegiatan praktikum untuk modul ini. Setelah operator dipilih maka data yang diambil dalam bentuk gambar dan video melalui handhpone pada saat operator pada saat posisi tubuh operator dalam mengambil, mengangkat, membawa dan meletakkan beban. Setelah itu operator diberikan kuisioner untuk pengisian jenis keluhan-keluhan apa saja yang dialami pada saat operator sedang bekerja, kuisioner ini sangat berpengaruh terhadap bagian-bagian tubuh yang mengalami rasa sakit terhadap keempat operator bekerja yang berbeda-beda.

Pengambilan data terhadap jenis pekerjaan yaitu tukang pikul sayuran dengan berat rata-rata 50 kg untuk setiap operator. Jarak yang ditempuh operator dalam melakukan aktivitas rata-rata sejauh 50 m setiap harinya. Untuk posisi pengangkatan beban dilakukan dengan posisi beban di bahu kanan untuk keempat operator.

3.1.1    Prosedur Pengambilan Data (Flowchart)

            Flowchart pada modul sistem rangka dan otot manusia ini adalah menjelaskan tahapan-tahapan dalam melakukan pengambilan data yaitu sebagai berikut:

Gambar 3.1 Flowchart Pengambilan Data

 

 

 

 

3.1.2    Penjelasan Flowchart

Langkah pertama yang dilakukan sebelum melakukan aktivitas kerja adalah menentukan jenis pekerjaan , pekerjaan yang ingin diamati yaitu tukang pikul sayuran. Langkah kedua adalah menyiapkan peralatan yang ingin digunakan sebelum pengamatan, menentukan lokasi pengamatan yaitu pengamatan dilakukan di lokasi pasar setu, setelah itu mencari pekerja pikul sayuran.

Langkah selanjutnya merekam dan mengambil gambar pekerja serta melakukan wawancara dan mengisi kuisioner.Selanjutnya pekerja yang diamati sebanyak 4 pekerja. Apabila data aktivitas pekerja sudah tercukupi pengamatan selesai, apabila data belum tercukupi melakukan pengulangan wawancara dan kuisioner terhadap pekerja. Langkah terakhir yaitu merapihkan alat.

3.2       Alat dan Fungsinya

Berikut adalah alat yang digunakan pada saat pengambilan data adalah sebagai berikut:

1. Lembar data pengamatan, digunakan sebagai bahan untuk mencatat hasil pengamatan.

2.    Alat tulis, digunakan untuk mencatat hasil pengamatan.

3.    Handphone, digunakan untuk merekam kegiatan dan memotret pada saat operator melakukan kegiatan.

3.3.      Data Kuisioner Body Map

Pengambilan data yang diambil pada saat operator  sedang melakukan aktivitas yaitu mengangkat, memikul, dan meletakan keranjang sayuran dicatat dalam bentuk tabel. Berikut adalah data untuk keempat operator.

3.3.1    Data Kuisioner Body Map 1

Dari data yang pertama menggunakan posisi kerja yaitu mengangkat keranjang sayuran dengan cara dipikul di bagian bahu sebelah kanan.

Tabel 3.1 Kuisioner Body Map Operator Pertama

Nama            : Romin

Umur             : 30 Tahun

Berat Badan  : 68 kg

Posisi kerja   : Berdiri

Berat Beban yang Diangkat  : 50 kg

Lamanya Bekerja                  : 6 jam

Waktu Kerja                          : 00.00-06.00

Pernahkah Anda selama 12 bulan terakhir mengalami masalah (gatal, sakit, tidak nyaman) pada :

Pernahkah Anda selama 12 bulan terakhir mengalami masalah (gatal, sakit, tidak nyaman) pada :

Pernahkah Anda

mengalami masalah selama

7 hari terakhir?

Leher

√ Ya                          tidak

Leher

Ya                         √ tidak

Leher

Ya                         √ tidak

Bahu kanan

√ Ya                          tidak

Bahu kanan

 Ya                         √ tidak

Bahu kanan

 Ya                         √ tidak

Bahu Kiri

  Ya                         √ tidak

Bahu Kiri

 Ya                         √ tidak

Bahu Kiri

 Ya                         √ tidak

Siku Kanan

 Ya                         √ tidak

Siku Kanan

Ya                         √ tidak

Siku Kanan

Ya                         √ tidak

Siku Kiri

 Ya                        √ tidak

Siku Kiri

 Ya                        √  tidak

Siku Kiri

 Ya                        √  tidak

Punggung Atas

√ Ya                          tidak

Punggung Atas

 Ya                        √  tidak

Punggung Atas

 Ya                        √  tidak

Punggung Bawah

 Ya                         √ tidak

Punggung Bawah

 Ya                        √  tidak

Punggung Bawah

 Ya                        √  tidak

Pergelangan Tangan Kanan

 Ya                        √ tidak

Pergelangan Tangan Kanan

 Ya                        √  tidak

Pergelangan Tangan Kanan

 Ya                        √  tidak

Pergelangan Tangan Kiri

 Ya                        √ tidak

Pergelangan Tangan Kiri

 Ya                        √  tidak

Pergelangan Tangan Kiri

 Ya                        √  tidak

Paha

Ya                          √ tidak

Paha

Ya                          √ tidak

Paha

Ya                          √ tidak

Lutut

Ya                          √ tidak

Lutut

Ya                          √ tidak

Lutut

Ya                          √ tidak

Pergelangan Kaki

√ Ya                           tidak

Pergelangan Kaki

Ya                          √ tidak

Pergelangan Kaki

Ya                          √ tidak

3.3.2    Data Kuisioner Body Map 2

Data berikutnya adalah data untuk operator kedua yang menggunakan posisi kerja, yaitu mengangkat keranjang sayuran dengan cara dipikul di bagian bahu sebelah kanan adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2 Kuisioner Body Map Operator Kedua

Nama            : David

Umur             : 27 Tahun

Berat Badan  : 67 Kg

Posisi kerja   : Berdiri

Berat Beban yang Diangkat  : 50 Kg

Lamanya Bekerja                  : 6 Jam

Waktu Kerja                          : 00:00-06:00

Pernahkah Anda selama 12 bulan terakhir mengalami masalah (gatal, sakit, tidak nyaman) pada :

Pernahkah Anda selama 12 bulan terakhir mengalami masalah (gatal, sakit, tidak nyaman) pada :

Pernahkah Anda

mengalami masalah selama

7 hari terakhir?

Leher

√ Ya                          tidak

Leher

Ya                         √ tidak

Leher

Ya                         √ tidak

Bahu kanan

Ya                         √ tidak

Bahu kanan

Ya                         √ tidak

Bahu kanan

Ya                         √ tidak

Bahu Kiri

Ya                         √ tidak

Bahu Kiri

Ya                         √ tidak

Bahu Kiri

Ya                         √ tidak

Siku Kanan

Ya                         √ tidak

Siku Kanan

Ya                         √ tidak

Siku Kanan

Ya                         √ tidak

Siku Kiri

Ya                        √  tidak

Siku Kiri

Ya                        √  tidak

Siku Kiri

Ya                        √  tidak

Punggung Atas

Ya                         √ tidak

Punggung Atas

Ya                        √  tidak

Punggung Atas

Ya                        √  tidak

Punggung Bawah

√ Ya                          tidak

Punggung Bawah

Ya                        √  tidak

Punggung Bawah

Ya                         √ tidak

Pergelangan Tangan Kanan

√ Ya                          tidak

Pergelangan Tangan Kanan

Ya                        √  tidak

Pergelangan Tangan Kanan

√ Ya                          tidak

Pergelangan Tangan Kiri

Ya                         √ tidak

Pergelangan Tangan Kiri

Ya                        √  tidak

Pergelangan Tangan Kiri

Ya                         √ tidak

Paha

Ya                          √ tidak

Paha

Ya                          √ tidak

Paha

Ya                          √ tidak

Lutut

Ya                          √ tidak

Lutut

Ya                          √ tidak

Lutut

Ya                          √ tidak

Pergelangan Kaki

Ya                          √ tidak

Pergelangan Kaki

Ya                          √ tidak

Pergelangan Kaki

Ya                          √ tidak

 

 

3.3.3    Data Kuisioner Body Map 3

Data berikutnya adalah data untuk operator ketiga yang menggunakan posisi kerja, yaitu mengangkat keranjang sayuran dengan cara dipikul di bagian bahu sebelah kanan adalah berikut:

Tabel 3.3 Kuisioner Body Map Operator Ketiga

Nama            : Roman

Umur             : 32 Tahun

Berat Badan  : 48 Kg

Posisi kerja   : Berdiri

Berat Beban yang Diangkat  : 50 Kg

Lamanya Bekerja                  : 6 Jam

Waktu Kerja                          : 00:00-06:00

Pernahkah Anda selama 12 bulan terakhir mengalami masalah (gatal, sakit, tidak nyaman) pada :

Pernahkah Anda selama 12 bulan terakhir mengalami masalah (gatal, sakit, tidak nyaman) pada :

Pernahkah Anda

mengalami masalah selama

7 hari terakhir?

Leher

√ Ya                          tidak

Leher

√ Ya                          tidak

Leher

Ya                         √ tidak

Bahu kanan

√ Ya                          tidak

Bahu kanan

 Ya                         √ tidak

Bahu kanan

 Ya                         √ tidak

Bahu Kiri

Ya                         √ tidak

Bahu Kiri

 Ya                         √ tidak

Bahu Kiri

 Ya                         √ tidak

Siku Kanan

Ya                         √ tidak

Siku Kanan

Ya                         √ tidak

Siku Kanan

Ya                         √ tidak

Siku Kiri

Ya                         √ tidak

Siku Kiri

 Ya                        √  tidak

Siku Kiri

 Ya                        √  tidak

Punggung Atas

Ya                         √ tidak

Punggung Atas

 Ya                        √  tidak

Punggung Atas

 Ya                        √  tidak

Punggung Bawah

Ya                         √ tidak

Punggung Bawah

Ya                          tidak

Punggung Bawah

 Ya                        √  tidak

Pergelangan Tangan Kanan

Ya                         √ tidak

Pergelangan Tangan Kanan

 Ya                        √  tidak

Pergelangan Tangan Kanan

 Ya                        √  tidak

Pergelangan Tangan Kiri

Ya                         √ tidak

Pergelangan Tangan Kiri

 Ya                        √  tidak

Pergelangan Tangan Kiri

 Ya                        √  tidak

Paha

Ya                          √ tidak

Paha

Ya                          √ tidak

Paha

Ya                          √ tidak

Lutut

Ya                          √ tidak

Lutut

Ya                          √ tidak

Lutut

Ya                          √ tidak

Pergelangan Kaki

Ya                          √ tidak

Pergelangan Kaki

Ya                          √ tidak

Pergelangan Kaki

Ya                          √ tidak

3.3.4    Data Kuisioner Body Map 4

Selanjutnya adalah data untuk operator keempat yang menggunakan posisi kerja, yaitu mengangkat keranjang sayuran dengan cara dipikul di bagian bahu sebelah kanan adalah berikut:

Tabel 3.4 Kuisioner Body Map Operator Keempat

Nama            : Amung

Umur             : 24 Tahun

Berat Badan  : 55 Kg

Posisi kerja   : Berdiri

Berat Beban yang Diangkat  : 50 Kg

Lamanya Bekerja                  : 6 Jam

Waktu Kerja                          : 00:00-06:00

Pernahkah Anda selama 12 bulan terakhir mengalami masalah (gatal, sakit, tidak nyaman) pada :

Pernahkah Anda selama 12 bulan terakhir mengalami masalah (gatal, sakit, tidak nyaman) pada :

Pernahkah Anda

mengalami masalah selama

7 hari terakhir?

Leher

√ Ya                          tidak

Leher

Ya                         √ tidak

Leher

Ya                         √ tidak

Bahu kanan

√ Ya                          tidak

Bahu kanan

 Ya                         √ tidak

Bahu kanan

 Ya                         √ tidak

Bahu Kiri

Ya                         √ tidak

Bahu Kiri

 Ya                         √ tidak

Bahu Kiri

 Ya                         √ tidak

Siku Kanan

√ Ya                          tidak

Siku Kanan

Ya                         √ tidak

Siku Kanan

Ya                         √ tidak

Siku Kiri

 Ya                         √ tidak

Siku Kiri

 Ya                        √  tidak

Siku Kiri

 Ya                        √  tidak

Punggung Atas

Ya                         √ tidak

Punggung Atas

 Ya                        √  tidak

Punggung Atas

 Ya                        √  tidak

Punggung Bawah

Ya                         √ tidak

Punggung Bawah

Ya                         √ tidak

Punggung Bawah

 Ya                        √  tidak

Pergelangan Tangan Kanan

Ya                         √ tidak

Pergelangan Tangan Kanan

 Ya                        √  tidak

Pergelangan Tangan Kanan

 Ya                        √  tidak

Pergelangan Tangan Kiri

Ya                         √ tidak

Pergelangan Tangan Kiri

 Ya                        √  tidak

Pergelangan Tangan Kiri

 Ya                        √  tidak

Paha

Ya                          √ tidak

Paha

Ya                          √ tidak

Paha

Ya                          √ tidak

Lutut

Ya                          √ tidak

Lutut

Ya                          √ tidak

Lutut

Ya                          √ tidak

Pergelangan Kaki

Ya                          √ tidak

Pergelangan Kaki

Ya                          √ tidak

Pergelangan Kaki

Ya                          √ tidak

 

BAB IV

PEMBAHASAN DAN ANALISIS

4.1.      Pembahasan                    

            Pembahasan yang dilakukan pada modul sistem rangka dan otot manusia ini adalah mengenai pengamatan yang dilakukan kepada 4 orang kuli panggul sayur yang bekerja di Pasar Setu. Data pengamatan diperoleh dengan cara merekam pekerjaan dari kuli panggul sayur dan memfoto profil pekerja. Pembahasan yang dilakukan yaitu meliputi profil pekerja yang diamati, proses kerja dari kuli panggul sayur, pengolahan data body map dan grafik histogram, analisis posisi kerja kuli panggul sayur, analisis otot dan rangka yang mengalami keluhan, analisis penyakit yang mungkin terjadi, serta analisis posisi perbaikan kerja. Berikut ini adalah pembahasan untuk empat kuli panggul sayur.

4.1.1    Profil Pekerja Teramati

Profil pekerja teramati berisi tentang data diri dari pekerja kuli panggul sayur yang bekerja di Pasar Setu, foto pekerja, umur, berat badan, lama waktu kerja, jarak yang ditempuh pekerja dalam melakukan pekerjaannya serta tabel rangkuman operator. Berdasarkan data hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan, berikut ini adalah profil pekerja teramati sebanyak empat orang.

  1. Pekerja 1

Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan, pekerja pertama yang diamati sebagai kuli panggul sayur ini bernama Romin. Romin berusia 30 tahun dan berat badan sebesar 68 kg. Romin tinggal di Kampung Jengkol. Pekerjaan sehari-hari Romin adalah sebagai kuli panggul sayur di Pasar Setu dengan membawa beban yang diangkat sebesar 50 kg untuk 1 karung bawang merah. Posisi kerja Romin pada saat mengangkat beban yaitu berdiri dengan beban di panggul pada bahu. Romin bekerja selama 6 jam mulai dari jam 00.00 WIB sampai dengan 06.00 WIB. Selain sebagai kuli panggul sayur, Romin juga bekerja sebagai kuli panggul ayam ataupun ikan. Berikut ini adalah foto profil Romin yang berprofesi sebagai kuli panggul pasar.

Gambar 4.1 Pekerja 1 (Romin)

  1. Pekerja 2

Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan, pekerja kedua yang diamati sebagai kuli panggul sayur ini bernama David. David berusia 27 tahun dan berat badan sebesar 67 kg. David tinggal di Kampung Jengkol. Pekerjaan sehari-hari David adalah sebagai kuli panggul sayur di Pasar Setu dengan membawa beban yang diangkat sebesar 50 kg untuk 1 karung bawang merah. Posisi kerja David pada saat mengangkat beban yaitu berdiri dengan beban di panggul pada bahu. David bekerja selama 6 jam mulai dari jam 00.00 WIB sampai dengan 06.00 WIB. Selain sebagai kuli panggul sayur, David juga bekerja sebagai kuli panggul ayam ataupun ikan. Berikut ini adalah foto profil David yang berprofesi sebagai kuli panggul pasar.

Gambar 4.2 Pekerja 2 (David)

  1. Pekerja 3

Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan, pekerja ketiga yang diamati sebagai kuli panggul sayur ini bernama Roman. Roman berusia 32 tahun dan berat badan sebesar 48 kg. Roman tinggal di Kampung Jengkol. Pekerjaan sehari-hari Roman adalah sebagai kuli panggul sayur di Pasar Setu dengan membawa beban yang diangkat sebesar 50 kg untuk 1 karung bawang merah. Posisi kerja Roman pada saat mengangkat beban yaitu berdiri dengan beban di panggul pada bahu. Roman bekerja selama 6 jam mulai dari jam 00.00 WIB sampai dengan 06.00 WIB. Selain sebagai kuli panggul sayur, Roman juga bekerja sebagai kuli panggul ayam ataupun ikan. Berikut ini adalah foto profil Roman yang berprofesi sebagai kuli panggul pasar.

Gambar 4.3 Pekerja 3 (Roman)

  1. Pekerja 4

Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan, pekerja keempat yang diamati sebagai kuli panggul sayur ini bernama Amung. Amung berusia 24 tahun dan berat badan sebesar 55 kg. Amung tinggal di Kampung Jengkol. Pekerjaan sehari-hari Amung adalah sebagai kuli panggul sayur di Pasar Setu dengan membawa beban yang diangkat sebesar 50 kg untuk 1 karung bawang merah. Posisi kerja Amung pada saat mengangkat beban yaitu berdiri dengan beban di panggul pada bahu. Amung bekerja selama 6 jam mulai dari jam 00.00 WIB sampai dengan 06.00 WIB. Selain sebagai kuli panggul sayur, Amung juga bekerja sebagai kuli panggul ayam ataupun ikan. Berikut ini adalah foto profil Amung yang berprofesi sebagai kuli panggul pasar.

Gambar 4.4 Pekerja 4 (Amung)

Pengamatan terhadap empat operator dapat dilihat pada tabel rangkuman. Berikut ini adalah tabel rangkuman keempar operator.

Tabel 4.1 Rangkuman Profil Pekerja

No.

Nama Pekerja

Jenis Kelamin

Usia Pekerja

Berat Badan

Lama Kerja

1.

Romin

Laki-laki

30 tahun

68 kg

6 jam

2.

David

Laki-laki

27 tahun

67 kg

6 jam

3.

Roman

Laki-laki

32 tahun

48 kg

6 jam

4.

Amung

Laki-laki

24 tahun

55 kg

6 jam

4.1.2    Proses Kerja

Proses kerja menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pekerja dari awal sampai dengan pekerjaan selesai dilakukan selama satu siklus kerja. Berdasarkan data hasil pengamatan dan wawancara, maka proses kerja dari keempat operator adalah sebagai berikut.

  1. Pekerja 1

Pekerja pertama yang bernama Romin bekerja mulai dari pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB. Posisi pertama pada saat akan memanggul karung adalah dengan memegang karung. Tahap berikutnya adalah pekerja mengangkat karung dengan kedua tangan yang kemudian di pikul dengan bahu. Tahap berikutnya adalah pekerja membawa karung menuju timbangan yang berjarak 1 meter. Posisi kerja Romin pada saat mengangkut barang adalah berdiri dan berjalan dengan bertumpu pada bahu kanan. Berikut adalah proses kerjanya.

Gambar 4.5 Urutan Siklus Kerja Pekerja 1

  1. Pekerja 2

Pekerja kedua yang bernama David bekerja mulai dari pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB. Posisi pertama pada saat akan memanggul karung adalah dengan membungkukkan badan kebawah. Tahap berikutnya adalah pekerja mengangkat karung dengan kedua tangan yang kemudian di pikul dengan bahu. Tahap berikutnya adalah pekerja membawa karung menuju timbangan yang berjarak 1 meter. Posisi kerja David pada saat mengangkut barang adalah berdiri dan berjalan dengan bertumpu pada bahu kanan. Berikut adalah proses kerjanya.

Gambar 4.6 Urutan Siklus Kerja Pekerja 2

 

  1. Pekerja 3

Pekerja ketiga yang bernama Roman bekerja mulai dari pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB. Posisi pertama pada saat akan memanggul karung adalah dengan memegang karung. Tahap berikutnya adalah pekerja mengangkat karung dengan kedua tangan yang kemudian di pikul dengan bahu. Tahap berikutnya adalah pekerja membawa karung menuju timbangan yang berjarak 1 meter. Posisi kerja Roman pada saat mengangkut barang adalah berdiri dan berjalan dengan bertumpu pada bahu kiri. Berikut adalah proses kerjanya.

Gambar 4.7 Urutan Siklus Kerja Pekerja 3

  1. Pekerja 4

Pekerja keempat yang bernama Amung bekerja mulai dari pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB. Posisi pertama pada saat akan memanggul karung adalah dengan memegang karung. Tahap berikutnya adalah pekerja mengangkat karung dengan kedua tangan yang kemudian di pikul dengan bahu. Tahap berikutnya adalah pekerja membawa karung menuju timbangan yang berjarak 1 meter. Posisi kerja Amung pada saat mengangkut barang adalah berdiri dan berjalan dengan bertumpu pada bahu kiri. Berikut adalah proses kerjanya.

Gambar 4.8 Urutan Siklus Kerja Pekerja 4

4.1.3    Pengolahan Data Body Map dan Grafik Histogram

Pengolahan data body map dilakukan berdasarkan hasil pengamatan langsung dan wawancara terhadap empat kuli panggul sayur di Pasar Setu. Pengolahan data dibuat dalam bentuk tabel rangkuman dan grafik histogram yang berisi mengenai keluhan-keluhan yang dialami operator dalam bekerja. Berikut ini adalah tabel pengolahan data body map dan grafik histogram.

Tabel 4.2 Hasil Pengolahan Data Body Map

Jenis Keluhan Sakit Pada

Responden

Skor

Responden

Skor

Responden

Skor

Mengalami Masalah Selama 12 Bulan Terakhir

Tidak Dapat Mengerjakan Pekerjaan Selama 12 Bulan Terakhir

Mengalami Masalah Selama 7 Hari Terakhir

Sakit

Tidak Sakit

Ya

Tidak

Sakit

Tidak Sakit

Leher

4

0

4

1

3

1

0

4

0

Bahu Kanan

3

1

3

0

4

0

0

4

0

Bahu Kiri

0

4

0

0

4

0

0

4

0

Siku Kanan

1

3

1

0

4

0

0

4

0

Siku Kiri

0

4

0

0

4

0

0

4

0

Punggung Atas

1

3

1

0

4

0

0

4

0

Punggung Bawah

1

3

1

0

4

0

0

4

0

Pergelangan Tangan Kanan

1

3

1

0

4

0

1

3

1

Pergelangan Tangan Kiri

0

4

0

0

4

0

0

4

0

Paha

0

4

0

0

4

0

0

4

0

Lutut

0

4

0

0

4

0

0

4

0

Pergelangan Kaki

1

3

1

0

4

0

0

4

0

Gambar 4.9 Grafik Histogram Hasil Pengolahan Data Body Map

4.2.      Analisis

            Analisis yang dilakukan pada modul sistem rangka dan otot manusia adalah analisis posisi kerja, analisis otot dan rangka yang berpotensi mengalami keluhan, analisis hasil pengolahan data body map, analisis potensi penyakit yang mungkin terjadi, serta usulan perbaikan posisi dari pekerja. Berikut ini adalah analisis yang dilakukan pada modul sistem rangka dan otot manusia.

4.2.1    Analisis Posisi Kerja

            Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, maka dapat dianalisis bahwa pada pekerja satu dan dua, tumpuan bahu yang digunakan untuk memanggul karung yang berisikan 50 kg bawang merah menggunakan bahu kanan. Pekerja tiga dan empat menggunakan tumpuan bahu sebelah kiri, sehingga barang yang dipanggul terlalu membebani tubuh pekerja sehingga badan dari pekerja terlihat miring yang menyebabkan kurang efektif dalam bekerja. Posisi karung dengan menggunakan tumpuan pada bahu kiri terlihat lebih rendah jika dibandingkan menggunakan tumpuan pada bahu kanan sehingga beban yang menjadi tumpuan mengarah pada badan yang kurang kuat. Bahu sebelah kanan mempunyai daya tahan yang lebih baik jika dibandingkan bahu sebelah kiri.

4.2.2    Analisis Otot dan Rangka yang Berpotensi Mengalami Keluhan

            Analisis otot dan rangka yang berpotensi mengalami keluhan pada keempat operator merupakan salah satu hal yang dapat mempengaruhi pekerjaan. Berikut ini adalah analisis otot dan rangka pada keempat pekerja.

  1. Pekerja 1

Keluhan-keluhan yang terjadi pada pekerja 1 terletak pada bagian leher, bahu, pergelangan tangan. Berikut ini adalah otot dan rangka yang berpotensi mengalami keluhan pada pekerja 1.

Tulang Punggung

 

Tulang Leher

 

Tulang Pergelangan Kaki

 

Gambar 4.10 Keluhan pada Rangka Pekerja 1

Otot Pergelangan Kaki

 

Otot Kerudung

 

Otot Tulang Punggung

 

Gambar 4.11 Keluhan pada Otot Pekerja 1

Berdasarkan hasil pengamatan, keluhan-keluhan pada rangka dan otot pekerja 1 disebabkan oleh adanya beban yang dipanggul pada bahu. Bagian kaki mengalami keluhan karena pada bagian ini menahan beban agar seimbang.

  1. Pekerja 2

Keluhan-keluhan yang terjadi pada pekerja 2 terletak pada bagian leher, bahu, pergelangan tangan. Berikut ini adalah otot dan rangka yang berpotensi mengalami keluhan pada pekerja 2.

Tulang Leher

 

Tulang Pergelangan Tangan

 

Tulang Punggung

 

Gambar 4.12 Keluhan pada Rangka Pekerja 2

Otot Pergelangan Tangan

 

Otot Tengkuk

 

Otot Kerudung

 

Gambar 4.13 Keluhan pada Otot Pekerja 2

Berdasarkan hasil pengamatan, keluhan-keluhan pada rangka dan otot pekerja 2 disebabkan oleh adanya beban yang dipanggul pada bahu. Bagian kaki mengalami keluhan karena pada bagian ini menahan beban agar seimbang.

  1. Pekerja 3

Keluhan-keluhan yang terjadi pada pekerja 3 terletak pada bagian leher, bahu, pergelangan tangan. Berikut ini adalah otot dan rangka yang berpotensi mengalami keluhan pada pekerja 3.

Tulang Leher

 

Tulang Bahu

 

Gambar 4.14 Keluhan pada Rangka Pekerja 3

Otot Tengkuk

 

Otot Kerudung

 

Gambar 4.15 Keluhan pada Otot Pekerja 3

 

Berdasarkan hasil pengamatan, keluhan-keluhan pada rangka dan otot pekerja 2 disebabkan oleh adanya beban yang dipanggul pada bahu. Bagian kaki mengalami keluhan karena pada bagian ini menahan beban agar seimbang. Otot tengkuk mengalami keluhan karena adanya pembebanan pada leher sehingga posisi leher miring.

  1. Pekerja 4

Keluhan-keluhan yang terjadi pada pekerja 4 terletak pada bagian leher, bahu, pergelangan tangan. Berikut ini adalah otot dan rangka yang berpotensi mengalami keluhan pada pekerja 4.

Tulang Bahu

 

Tulang Bonggol Siku

 

Tulang Leher

 

Gambar 4.16 Keluhan pada Rangka Pekerja 4

Otot Tengkuk

 

Otot Pengumpil

 

Otot Kerudung

 

Gambar 4.17 Keluhan pada Otot Pekerja 4

Berdasarkan hasil pengamatan, keluhan-keluhan pada rangka dan otot pekerja 2 disebabkan oleh adanya beban yang dipanggul pada bahu. Bagian kaki mengalami keluhan karena pada bagian ini menahan beban agar seimbang. Otot tengkuk mengalami keluhan karena adanya pembebanan pada leher sehingga posisi leher miring. Otot pengumpil mengalami keluhan karena penahanan beban pada tangan yang memegang karung sehingga tangan menekuk.

4.2.3    Analisis Hasil Pengolahan Data Body Map

            Analisis hasil pengolahan data body map berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara. Data body map terdiri dari dua, yaitu tabel pengolahan body map dan grafik histogram. Pengolahan data body map terdiri dari 3 responden (mengalami masalah selama 12 bulan terakhir, tidak dapat melakukan pekerjaan selama 12 bulan terakhir, mengalami masalah selama 7 hari terakhir) dan 12 bagian tubuh yang mengalami keluhan. Nilai skor pada tabel menunjukkan bahwa pada bagian tubuh tertentu yang mengalami keluhan atau sakit dari empat pekerja.

Keluhan banyak terjadi untuk kriteria pertama pada leher, bahu kanan, , pergelangan tangan kanan, punggung bawah, pergelangan kaki, siku kanan, pergelangan tangan kanan serta punggung atas. Pada bagian leher pekerja memanggul karung seberat 50 kg, apabila hal ini terlalu lama dilakukan maka pekerja akan merasa lelah pada bagian leher dan sekitarnya seperti bahu. Hanya pekerja 3 yang mengalami kriteria kedua, yaitu tidak dapat bekerja seperti biasanya akibat cedera pada bagian leher.

4.2.4    Analisis Potensi Penyakit yang Mungkin Terjadi

            Analisis potensi penyakit yang mungkin terjadi merupakan penyakit-penyakit yang dapat ditimbulkan akibat kerja yang dilakukan. Pekerjaan pembebanan biasanya sering mendapat keluhan pada bagian leher, bahu, punggung. Potensi penyakit yang ditimbulkan biasanya untuk jangka waktu yang lama. Potensi-potensi penyakit yang mungkin terjadi pada keempat pekerja.

  1. Pekerja 1

Pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja dapat berakibat buruk pada pekerja dalam jangka waktu yang lama, maka dari itu perlu dilakukan analisis untuk membantu pekerja agar penyakit yang mungkin terjadi dapat dihindari. Berikut ini adalah penyakit yang mungkin terjadi pada pekerja 1.

Kram  SfahgfvbSdsdgfSShoudl

 

Osteoartritis  SfahgfvbSdsdgfSShoudl

 

Frozen shoulder  SfahgfvbSdsdgfSShoudl

 

Kifosis

 

Gambar 4.18 Potensi Penyakit Pekerja 1

 

Berdasarkan gamar diatas, pekerja 1 dapat mengalami penyakit pada tulang yaitu seperti kifosis, osteoarthritis, kram dan frozen shoulder. Kifosis merupakan pembungkukan tulang pada bagian tuluang belakang akibat beban yang dipanggul. Frozen Shoulder adalah bahu beku yang disebabkan oleh terlalu seringnya memanggul beban. Pembebanan yang berlebih pada bahu, punggung dan leher dapat menyebabkan terjepitnya syaraf pada bagian belakang tubuh yang dapat menjalar ke bagian kaki sehingga mudah terjadinya nyeri pada pinggang dan pegal-pegal sampai ke kaki.

  1. Pekerja 2

Pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja dapat berakibat buruk pada pekerja dalam jangka waktu yang lama, maka dari itu perlu dilakukan analisis untuk membantu pekerja agar penyakit yang mungkin terjadi dapat dihindari. Berikut ini adalah penyakit yang mungkin terjadi pada pekerja 2.

Pembungkukan

 

Kram

 

Osteonekrosisi

 

Kifosis

 

Gambar 4.19 Potensi Penyakit Pekerja 2

Jenis-jenis penyakit yang dapat muncul pada pekerja ketiga adalah kifosis yang merupakan pembungkukan tulang akibat terlalu sering membungkuk dan membawa beban. Pembungkukan¸ osteoartritis, serta kram merupakan potensi penyakit yang dapat disebabkan.

  1. Pekerja 3

Pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja dapat berakibat buruk pada pekerja dalam jangka waktu yang lama, maka dari itu perlu dilakukan analisis untuk membantu pekerja agar penyakit yang mungkin terjadi dapat dihindari. Berikut ini adalah penyakit yang mungkin terjadi pada pekerja 3.

Pegal-pegal berkepanjangan

 

Kram

 

Frozen Shoulder

 

Gambar 4.20 Potensi Penyakit Pekerja 3

Jenis-jenis penyakit yang dapat muncul pada pekerja ketiga yaitu frozen sholder karena adanya pembebanan pada bahu secara terus-menerus. Penyempitan syaraf motorik akibat adanya pembebanan.

  1. Pekerja 4

Pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja dapat berakibat buruk pada pekerja dalam jangka waktu yang lama, maka dari itu perlu dilakukan analisis untuk membantu pekerja agar penyakit yang mungkin terjadi dapat dihindari. Berikut ini adalah penyakit yang mungkin terjadi pada pekerja 4.

Kram

 

Frozen Shoulder

 

Osteoartritis

 

Gambar 4.21 Potensi Penyakit Pekerja 4

Jenis-jenis penyakit yang dapat muncul pada pekerja keempat yaitu frozen sholder karena adanya pembebanan pada bahu secara terus-menerus.. Penyempitan syaraf motorik akibat adanya pembebanan. Osteoartrosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh terlalu seringnya siku yang menekuk.

4.2.5    Usulan Posisi Perbaikan

            Usulan posisi perbaikan pada kuli panggul sayur terletak pada saat mengangkat karung seharusnya menggunakan alat bantu agar tidak terjadinya keluhan-keluhan, rasa sakit, ataupun cedera pada bagian tubuh pekerja serta tidak berpotensi terjadinya penyakit untuk jangka panjang. Beban yang diangkat dengan menggunakan bahu sudah cukup baik, menggunakan bahu kanan lebih baik jika dibandingkan dengan bahu kiri. Posisi kerja yang baik dapat memberikan dampak positif bagi pekerja itu sendiri dan menghindari penyakit-penyakit pada tulang dan otot. Pengurangan jumlah kapasitas beban yang diangkut juga dapat memperbaiki posisi kerja yang dilakukan, sehingga bahu dan leher dapat memanggul beban sesuai dengan kekuatan tubuh pekerja. Selain daripada itu, usulan perbaikan juga dapat menggunakan trolly dorong agar tidak membebankan punggung dengan bawaan atau beban yang dipikul. Dengan digunakannya trolly dorong dapat mengurangi resiko penyakit yang ditimbulkan.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1       Kesimpulan

Berdasarkan hasil data pengamatan yang telah dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan yang akan menjawab tujuan dari penulisan laporan akhir ini. Kesimpulan dari modul sistem rangka dan otot manusia adalah sebagai berikut:

1.    Keluhan-keluhan yang sering terjadi pada keempat operator yaitu pada opertator yang pertama dan kedua, keluhan terjadi pada bagian leher, bahu kanan, punggung atas, punggung bawah, pergelangan tangan kanan, pergelangan kaki. Pada opertator yang ketiga dan keempat, keluhan terjadi pada bagian leher, bahu kanan, siku kanan.

2.    Posisi tubuh yang baik saat melakukan pekerjaan untuk mengurangi keluhan-keluhan yang dirasakan keempat operator adalah saat mengangkat karung sayur sebaiknya menggunakan alat bantu atau trolly dorong, mengangkat beban dengan bahu kanan dan melakukan pengurangan beban yang diangkut agar tidak terjadinya keluhan-keluhan, rasa sakit atau cedera pada bagian tubuh pekerja serta tidak berpotensi terjadinya penyakit untuk jangka panjang.

3.    Beberapa penyakit yang dapat menyerang operator setelah melakukan pekerjaannya. Penyakit yang dapat berpotensi terjadi pada operator pertama yaitu kifosis dan frozen shoulder. Penyakit yang berpeluang terjadi pada operator yang kedua yaitu kifosis, osteonekrosis. Penyakit yang berpeluang terjadi pada operator yang ketiga yaitu frozen shoulder. Penyakit yang berpeluang terjadi pada operator yang keempat yaitu osteoartritis, benjolan dan frozen shoulder.

5.2       Saran

Menyadari bahwa laporan akhir ini tidak luput dari kekurangan, berikut adalah saran yang dapat disampaikan terhadap operator sebaik melakukan posisi yang benar dalam melakukan pekerjaan. Pengambilan data dilakukan sebaik mungkin agar dalam menganalisis lebih tepat. Penggunaan trolly dorong dapat mengurangi resiko timbulnya penyakit akibat beban yang dipanggul, serta lebih mempermudah pekerja.

DAFTAR PUSTAKA

Nurmianto, Eko. Ergonomi, Konsep Dasar dan Aplikasinya. PT. Guna Widya: Surabaya. 2003

Suradi dkk, Buku Pelajaran IPA-BIOLOGI SMP. Penerbit Erlangga: Jakarta.1989

(blog.re.or.id/search/pengertian+tulang).

(Tulang rangka Apendikuler bagian atas dan bawah terdiri atas beberapa jumlah tulang.http://www.crayonpedia.org/mw/1).

(http://www.itsfetriyannorrahman.co.cc/2010/02/pengertian-tulang.html).

 
Leave a comment

Posted by on March 20, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: