RSS

Tugas 2 Etika Profesi

02 Apr

Nama               : Chuwairul Muchazis Hakim

Kelas               : 3ID03

NPM               : 35409636

Keterangan      : Tugas 2

Mata Kuliah    : Etika Profesi

Dosen              :  Sudaryanto, IR, MSc

Tugas 2 Etika Profesi, 22 Maret 2011

1. Jelaskan perbedaan pokok antara moral dengan etika, berikan contoh nyata dalam kehidupan sehari- hari!

Jawab.

Definisi etika adalah etika sebagai filsafat moral, etika sama dengan pemikiran kritis dan mendasar mengenai ajaran-ajaran moral, etika sebagai ilmu tentang moralitas. Definisi moral adalah sebagai ajaran tentangapa yang dilarang dan apa yang wajib dilakukan oleh manusia supaya bisa menjadi baik. Hubungan etika dengan moral yaitu, etika untuk yang umum atau konseptual atau prinsipal dan moral dipakai untuk yang lebih khusus atau spesifikasi atau paraktis. Perbedaan antara etika dan moral yaitu, etika bersifat kecakapan teoritis, contohnya seperti peta wilayah dan seperti buku ilmu pengetahuan. Sedangkan moral bersifat perintah langsung, contohnya seperti petunjuk perjalanan dan seperti buku manual.

(Sumber: kmku.files.wordpress.com/2008/02/1-etika-di-pt.ppt)

 

2. Jelaskan perbedaan pokok antara paham kantianisme dan utilitariansime! Berikan contoh masing-masing! Paham mana yang lebih banyak dianut oleh para profesional/Insinyur di bidang keteknikan? Mengapa? 

Jawab.

Paham  Kantianisme adalah paham dimana setiap kita mengambil keputusan, kita harus membayangkan bagaimana bila kita adalah pihak yang dirugikan. Paham ini menjelaskan bahwa bila memang harus dilakukan sebuah tindakan, maka tindakan itu dilakukan tanpa memperhatikan kepentingan orang lain. Paham  Utilitarianisme ini mejelaskan bahwa setiap keputusan diambil untuk sebanyak-banyaknya kesenangan banyak orang.  Jelas sekali bahwa paham ini sangat baik utuk diambil oleh para professional karena paham ini memberikan manfaat yang lebih baik untuk pekerjaannya. Paham ini memberikan beberapa pertimbangan pada sebuah keputusan yang harus diambil. Paham utilitarianisme merupakan pemahaman yang lebih banyak dipilih oleh para profesional/insinyur dibandingkan pahama kantianisme, karana paham utilitarianisme lebih banyak manfaatnya bagi para profesional/insinyur dibandingkan paham kantianisme.

(Sumber : http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/02/tugas-etika-profesi-6/)

3. Jelaskan yang dimaksud dengan dilemma moral, beri contoh dalam kejadian dalam kehidupan sehari-hari!.

Jawab.

Dilema moral adalah keadaan seseorang atau sekelompok masyarakat yang menghadapi suatu masalah dimana terdapat beberapa pilihan yang sulit dipecahkan dalam membuat sesuatu keputusan moral, dan diantara pilihan tersebut seseorang harus memilih salah satunya. Contoh dilema moral adalah antara berbuat jujur atau baik. Berbuat jujur itu sebuah keharusan. Tetapi bagaimana kalau kejujuran kita akan melukai orang lain atau orang yang kita cintai? Persoalan seperti ini sering sekali kita alami.  Baik, bersikap baik hati tentunya dianjurkan semua agama dan semua ajaran moral. Tapi bagaimana kalau kebaikan kita hanya akan bermanfaat untuk jangka pendek dan akan berdampak buruk pada jangka yang panjangnya? Bagaimana menghadapi dilema moral seperti ini? Ikutilah hati nurani.  Karena hati nurani pasti menuntun pada jalan yang benar. Jika nurani mengatakan kita harus jujur, maka bersikaplah jujur.  Apabila hati nurani mengatakan kita harus baik hati, maka berbaik hatilah.

(Sumber: http://elviraholics.blogspot.com/2012/04/softskill-etika-profesi-2.html)

4. Salah satu syarat untuk menjadi profesional adalah dimilikinya kompetensi dalam bidangnya. sehubungan dengan hal tersebut jelaskan kompetensi utama dan penunjang yang harus dimiliki Sarjana Teknik Industri Indonesia!

Jawab.

Kompetensi utama dan kompetensi penunjang yang harus dimiliki oleh Sarjana Teknik Industri Indonesia adalah mampu mengidentifikasikan, merencanakan, dan memecahkan masalah-masalah perancangan maupun perbaikan sistem yang terdiri dari manusia, material, informasi, peralatan dan sumber daya secara kreatif, mampu mengimplementasikan hasil-hasil pemecahan masalah dan mempunyai wawasan luas sehingga dapat memahami dampaknya terhadap konteks sosial, lingkungan dan konteks lokal maupun global, mampu beradaptasi terhadap teknik dan alat analisis baru yang diperlukan dalam menjalankan praktek profesi ke-teknik-industrian-nya, mampu berkomunikasi dan bekerja-sama secara efektif. memahami dan menyadari tanggung jawab profesi dan etika, mampu membawa atau mengimplementasikan konsep industri ke dalam dunia industri.

(Sumber: http://elviraholics.blogspot.com/2012/04/softskill-etika-profesi-2.html)

 

 
Leave a comment

Posted by on April 2, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: